Padang Pariaman Sukses Perbaiki 446 Hektare Sawah, Petani Siap Panen!

Padang, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berhasil menyelesaikan perbaikan lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan seluas 446 hektare. Program ini dilaksanakan melalui proyek Optimalisasi Lahan (Oplah) yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Dampak Bencana Hidrometeorologi
Lahan yang diperbaiki sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun 2025. Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan bahwa semua lahan sawah dengan kategori kerusakan ringan telah ditangani sepenuhnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat rehabilitasi lahan pertanian pasca-bencana.
Bupati Azis menambahkan, “Untuk lahan sawah rusak ringan, seluruhnya telah tertangani melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 446 hektare.” Rehabilitasi lahan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian pada 14 April 2026, yang menargetkan penyelesaian program dalam satu bulan. Menariknya, Padang Pariaman dapat menyelesaikannya lebih cepat dalam waktu 23 hari.
Penanaman Serentak dan Target yang Dicapai
Setelah proses rehabilitasi, penanaman serentak telah dilakukan di Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung pada 13 Mei 2026. Bupati Azis mengungkapkan rasa syukur, “Alhamdulillah, target satu bulan berhasil dituntaskan kurang dari satu bulan.” Total lahan sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Padang Pariaman mencapai 1.263,4 hektare, dengan rincian 446 hektare rusak ringan dan 238,25 hektare rusak sedang.
Namun, untuk lahan yang mengalami kerusakan sedang, pemerintah baru dapat menangani 198 hektare menggunakan dana APBN. Sebagian dari lahan tersebut belum memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Permintaan Bantuan untuk Lahan Rusak Berat
Selain sawah, lahan jagung juga mengalami kerusakan yang signifikan. Tercatat 382,6 hektare rusak ringan, 71 hektare rusak sedang, serta 112 hektare rusak berat. Selain itu, sekitar 100,5 hektare lahan hilang akibat terbawa arus sungai. Hingga kini, lahan-lahan dengan kategori rusak berat maupun hilang belum mendapatkan alokasi rehabilitasi dari pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kini meminta dukungan dari Kementerian Pertanian untuk membantu rehabilitasi 450,7 hektare sawah rusak berat dan penggantian 100,5 hektare lahan yang hilang. Ini menjadi penting untuk memulihkan ekonomi petani yang terdampak bencana.
Percepatan Rehabilitasi Lahan
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, mengatakan bahwa percepatan rehabilitasi lahan rusak sudah dilakukan dengan menambah alat berat. “Sebelumnya hanya ada satu alat berat untuk membersihkan material sisa banjir, kini menjadi lima unit,” ujarnya.
Dengan penambahan ini, pembersihan material banjir di lahan sawah dipastikan akan selesai dalam waktu kurang dari tiga pekan. Ini akan memungkinkan penanaman padi dilakukan lebih cepat, memberikan harapan baru bagi para petani.
Program Optimalisasi Lahan dan rehabilitasi sawah yang terdampak bencana di Padang Pariaman dibiayai melalui APBN oleh Kementerian Pertanian. Ini merupakan langkah strategis untuk memulihkan sektor pertanian dan menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat petani lokal.
