Lokal

Pendekatan Ulama dan Adat: Kunci Sukses Tingkatkan Vaksinasi di Aceh!

Banda Aceh, Maret.id — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menilai bahwa keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama sangat efektif dalam meningkatkan penerimaan vaksinasi di masyarakat. Melalui pendekatan berbasis adat, masyarakat lebih mudah diajak berpartisipasi dalam program vaksinasi.

Pendekatan Kearifan Lokal dalam Vaksinasi

Ketua MPU Aceh, Faisal Ali, menyatakan bahwa melibatkan tokoh lokal berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Kerja sama antara dinas kesehatan dengan tokoh adat dan keagamaan setempat diharapkan dapat mempermudah penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat.

“Pendekatan kesehatan tidak hanya tentang hukum dan aturan, tetapi juga harus menyentuh kepentingan yang bersifat lokal dan sehari-hari,” tuturnya dalam acara media briefing bertajuk ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Aceh, Kamis (21/5).

Pentingnya Sosialisasi Melalui Kegiatan Adat

Faisal menjelaskan, kegiatan berbasis adat dapat menjadi saluran efektif dalam menyampaikan pentingnya kesehatan. Terutama dalam menjaga kesehatan anak-anak, sosialisasi ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak warga.

MPU telah mendukung program kesehatan dengan melakukan sosialisasi fatwa melalui berbagai forum, seperti khutbah dan pengajian. “Kami terus berupaya menyampaikan pesan-pesan kesehatan melalui kegiatan-kegiatan MPU,” lanjutnya.

Meningkatkan Persentase Vaksinasi di Tengah Penolakan

Faisal juga mengingatkan bahwa awal pandemi COVID-19, penolakan masyarakat Aceh terhadap vaksinasi sangat tinggi. Namun, berkat upaya kolaboratif dengan pendekatan kearifan lokal, persentase vaksinasi COVID-19 di Aceh berhasil meningkat secara bertahap.

“Kami bersyukur kerjasama ini membuahkan hasil yang positif. Dengan mengedepankan peran ulama, vaksinasi COVID-19 terus meningkat,” paparnya.

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Ferdiyus, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka zero dose imunisasi. Dia berpendapat bahwa dukungan dari MPU sangat krusial dalam memperkuat pendekatan keagamaan untuk meningkatkan penerimaan imunisasi.

Target Imunisasi 95 Persen

Ferdiyus menyampaikan, target capaian imunisasi tahunan sebanyak 95 persen menjadi fokus utama Dinas Kesehatan. Dengan adanya sekitar 37 ribu tenaga kesehatan yang tersebar di 366 puskesmas di Aceh, diharapkan program ini dapat berjalan dengan baik.

“Dengan kolaborasi yang baik antara pihak-pihak terkait, kami optimis angka zero dose akan menurun secara bertahap,” tutupnya.

Keterlibatan ulama dan tokoh masyarakat dalam program vaksinasi ini menunjukkan bahwa pendekatan lokal yang berakar pada budaya dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus menciptakan kesadaran akan pentingnya vaksinasi di Aceh.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button