Nelayan Jakarta Desak Pembangunan Pelabuhan dan Fasilitas Pendinginan Ikan yang Lebih Baik!

Jakarta, Maret.id — Nelayan tradisional di Kalibaru, Cilincing, dan Marunda mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk membangun pelabuhan nelayan dengan fasilitas pendingin ikan. Fasilitas cold storage ini dianggap sangat krusial dalam menunjang aktivitas melaut sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka di Jakarta Utara.
Permohonan tersebut disampaikan di tengah pembangunan pesisir utara Jakarta yang semakin mempersempit wilayah tangkap nelayan. Akibat situasi ini, nelayan dipaksa untuk melaut lebih jauh, sehingga biaya operasional dan kebutuhan bahan bakar pun terus meningkat.
Apresiasi Terhadap Dukungan Pemerintah
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nelayan kecil,” ungkap Muhamad Tahir, Penasihat Paguyuban Nelayan Cilincing. Ia menambahkan bahwa rencana bantuan cold storage sangat penting untuk mendukung sektor perikanan.
Keberadaan fasilitas ini dinilai akan sangat efektif jika dibangun bersamaan dengan pelabuhan nelayan. “Dengan adanya pelabuhan khusus nelayan tradisional, bantuan cold storage akan sangat membantu dalam menambah nilai ekonomi hasil tangkapan,” ujarnya.
Pentingnya Infrastruktur Terintegrasi
Tahir menekankan bahwa pembangunan cold storage tanpa dukungan pelabuhan yang terintegrasi tidak akan memberikan hasil optimal. “Lokasi cold storage harus berdekatan dengan tempat bongkar ikan dan tambat labuh,” jelasnya.
Saat ini, kawasan Kalibaru, Cilincing, dan Marunda belum memiliki fasilitas cold storage terintegrasi, meski area tersebut merupakan pusat aktivitas nelayan tradisional. Sebelumnya, pernah ada cold storage di wilayah ini, namun tidak terintegrasi dengan pelabuhan, sehingga pengelolaannya kurang maksimal.
Tantangan Pembangunan di Pesisir Utara
Selain masalah fasilitas, para nelayan juga mengeluhkan dampak pembangunan yang terjadi di pesisir utara Jakarta. Proyek-proyek seperti pembangunan tol laut dan pengembangan batu bara turut menyita area tangkapan nelayan.
Kondisi ini memaksa nelayan untuk melaut lebih jauh yang menyebabkan peningkatan biaya operasional, khususnya untuk bahan bakar. Dalam situasi ini, mereka mengajukan beberapa tuntutan mendesak kepada pemerintah.
Tuntutan dan Dukungan Anggota DPR
Di antara tuntutan tersebut adalah percepatan pembangunan pelabuhan nelayan KCM (Kalibaru, Cilincing, Marunda) yang terintegrasi dengan sentra ekonomi nelayan. Selain itu, mereka juga meminta peningkatan alat tangkap dan jaminan ketersediaan BBM subsidi agar bisa melaut lebih jauh.
Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun gudang pendingin dalam program Kampung Nelayan. Ia melihat kebijakan ini sebagai langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.
Politikus dari PKB ini juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam proyek strategis ini. “Perluasan fasilitas ini harus berjalan transparan untuk menghindari celah korupsi atau penyimpangan,” jelas Usman.
“Semoga program ini segera dijalankan di seluruh pelosok Indonesia dan proses pembangunannya dapat diawasi dengan ketat,” tambahnya dalam pernyataan pers.
Dengan segala tuntutan yang disampaikan, harapan masyarakat nelayan untuk mendapatkan dukungan yang lebih baik dari pemerintah semakin besar demi keberlangsungan hidup mereka.
