Blackout Sumatra: Toko Oleh

Banda Aceh, Maret.id — Pemadaman listrik yang terjadi semalaman di wilayah Sumatra telah menyebabkan penurunan drastis dalam penjualan toko oleh-oleh di Banda Aceh. Kondisi ini diakui oleh Liya, seorang pemilik toko yang merasakan langsung dampak dari blackout yang berlangsung dari waktu Magrib hingga Subuh.
Dampak Pemadaman Listrik pada Toko Oleh-Oleh
Liya menjelaskan bahwa meskipun jalanan di sekitar tokonya ramai, pengunjung tidak datang ke tokonya. “Dampak sangat terasa, orang ramai di jalan, tapi di toko saya enggak ada orang,” ungkapnya dengan nada kecewa. Kondisi yang menyedihkan ini menunjukkan bahwa tanpa adanya genset, operasional toko sangat rentan terhadap gangguan listrik.
Setelah pemadaman yang berlangsung sejak Magrib, listrik baru kembali menyala sekitar waktu Subuh. Selama periode tersebut, Liya mengalami kerugian waktu dan material usaha, serta kehilangan momentum penjualan yang sangat berharga. “Dari hampir Magrib, magrib lah kira-kira, subuh tadi baru hidup,” tuturnya.
Keberadaan Genset Penting untuk UMKM
Salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut adalah ketidakmampuan untuk menyediakan genset sebagai sumber cadangan tenaga listrik. Liya mencatat bahwa banyak pengusaha kecil lain di daerah itu juga tidak memiliki genset, sehingga mereka sangat terpengaruh oleh pemadaman listrik.
“Mungkin jika kami punya genset, kami masih bisa berjualan. Tapi di sini, kami jarang berpikir untuk membeli genset karena biasanya listrik tidak mati lama,” ujar Liya. Harapannya adalah agar pemprov dan PLN dapat menangani masalah pemadaman listrik dengan lebih baik di masa depan.
Gangguan Jaringan Kelistrikan Sumbagut
Menurut informasi yang diterima, pemadaman ini disebabkan oleh gangguan besar pada jaringan kelistrikan Sumbagut yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB. Dampak dari gangguan ini tidak hanya dirasakan di Banda Aceh, tetapi juga meluas ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau.
Gangguan tersebut membuat aktivitas masyarakat, termasuk internet dan penerangan rumah, menjadi terganggu. Masyarakat di beberapa wilayah bahkan terpaksa menangguhkan berbagai aktivitas yang seharusnya dilakukan di malam hari karena ketiadaan listrik.
Menurut Liya, meskipun pemadaman listrik sebelumnya tidak terlalu sering terjadi, ketika terjadi pemadaman yang berkepanjangan seperti kali ini, dampaknya dirasakan sangat besar. “Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi di masa depan,” tutupnya.
Penutup
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kestabilan pasokan listrik bagi masyarakat dan usaha kecil. Semoga ke depannya pemerintah setempat dapat mengatasi masalah ini dengan lebih proaktif. Hal ini tidak hanya demi kesejahteraan para pelaku UMKM, tetapi juga demi kenyamanan masyarakat pada umumnya.
