Nasional

Waspada: Apa Itu Doomscrolling? Simak Penjelasan dan Efek Berbahayanya!

Jakarta, Maret.id — Kebiasaan menggunakan media sosial sebelum tidur kini telah menjadi fenomena yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang semula bertujuan untuk mengecek pesan atau berita terkini seringkali berlanjut hingga larut malam, menyebabkan penurunan kualitas tidur yang signifikan.

Mengapa Doomscrolling Terjadi?

Dikenal dengan istilah doomscrolling, kebiasaan ini merujuk pada perilaku terus-menerus menggulir konten negatif di media sosial atau aplikasi berita. Meskipun tampak sepele, efek jangka panjang dari kebiasaan ini bisa sangat merusak terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang.

Fenomena doomscrolling biasanya dimulai ketika seseorang terpapar oleh berita buruk yang membuat mereka merasa cemas. Paparan berlebihan terhadap konten negatif ini dapat memicu otak untuk tetap waspada, meskipun tubuh sudah merasa sangat lelah. Hal ini menyebabkan gangguan pada pola tidur yang seharusnya sangat krusial untuk pemulihan energi.

Efek Negatif dari Doomscrolling

Salah satu dampak pertama dari doomscrolling adalah meningkatnya kecemasan. Ketika seseorang terus-menerus membaca berita negatif, pikiran mereka cenderung berputar di tengah malam, memunculkan kekhawatiran akan masa depan yang sebenarnya belum tentu terjadi. Ini membuat waktu istirahat justru menjadi medan perang bagi pikiran yang tidak henti-hentinya berdebat.

Selain itu, paparan cahaya biru dari layar gadget dapat merusak jam biologis tubuh. Cahaya ini menekan produksi melatonin, hormon yang berperan dalam membuat seseorang merasa ngantuk. Akibatnya, tidur menjadi tidak berkualitas, dan seseorang bisa bangun dengan perasaan lelah meskipun durasi tidur terlihat cukup.

Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik

Para ahli kesehatan menganjurkan untuk mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur agar dapat menciptakan atmosfer yang lebih mendukung untuk kembali beristirahat. Hentikan kebiasaan menggulir media sosial satu jam sebelum tidur dan alihkan perhatian pada aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku atau meditasi.

Mengatur jadwal tidur yang baik serta membatasi paparan konten negatif dapat membantu menjaga kesehatan mental. Dengan begitu, seseorang tidak hanya akan merasakan peningkatan kualitas tidur, tetapi juga perbaikan dalam kondisi emosional secara keseluruhan.

Dari seluruh poin di atas, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan doomscrolling, meskipun tampaknya harian dan biasa, memiliki konsekuensi yang sangat besar bagi kesehatan mental dan fisik. Sebuah langkah kecil seperti mengurangi penggunaan gadget menjelang tidur dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan jangka panjang. Segera ubah kebiasaan ini demi kesehatan yang lebih baik, dan nikmati waktu istirahat yang lebih berkualitas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button