Nasional

PEREMPUAN HARUS DIKENALI PERAN BESARNYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI BERBAGAI SEKTOR!

Jakarta, Maret.id — Dekati target kesejahteraan nasional, peran perempuan dalam pembangunan bangsa semakin ditekankan. Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor.

Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan

Amurwani menyatakan bahwa perempuan di Indonesia saat ini mencapai 49,6 persen dari total populasi. Angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan harus dilihat sebagai kekuatan utama dalam berbagai upaya pembangunan di negara ini.

“Dari separuh penduduk Indonesia, perempuan memiliki potensi yang besar untuk berperan dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan nasional,” kata Amurwani dalam dialog interaktif dengan Pro3 RRI melalui telekonferensi baru-baru ini.

Keterlibatan Perempuan yang Masih Minim

Meski jumlah perempuan yang signifikan, Amurwani mencatat bahwa keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan masih jauh dari optimal. Ia menegaskan pentingnya mendorong keadilan gender agar perempuan menjadi subyek utama dalam pembangunan.

“Pembangunan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai sektor,” ucapnya. Menurutnya, keterlibatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadirkan perspektif baru dalam kebijakan publik.

Pentingnya Keadilan Gender dalam Pembangunan

Amurwani berpendapat bahwa pemerintah harus memberikan ruang yang setara bagi perempuan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan publik. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek, tetapi sebagai subjek dalam pembangunan bangsa.

“Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender. Ini akan memfasilitasi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan yang menyeluruh,” harapnya.

Dengan demikian, kehadiran perempuan dalam pengambilan keputusan dipandang sebagai langkah krusial dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Harapannya, kesadaran terhadap isu ini terus meningkat, sehingga perempuan bisa berkontribusi lebih besar dalam pembangunan bangsa ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button