BANTUAN PANGAN DIPERPANJANG HINGGA JUNI!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk memperpanjang program bantuan pangan hingga Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menstabilkan harga pangan, termasuk harga minyak goreng Minyakita di pasaran.
Percepatan Distribusi Bantuan Pangan
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa distribusi bantuan pangan akan dilakukan dengan cepat. Selain itu, pemerintah juga mendorong penyaluran minyak goreng Minyakita ke masyarakat dan pasar rakyat.
Ketut mengungkapkan, “Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga minyak goreng, kami telah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Teknis di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang berlangsung pada 21 Mei 2026.”
Bantuan Pangan dan Stabilitas Harga
Bantuan pangan ini diperkirakan akan berkontribusi dalam pengendalian harga pangan pokok strategis di tanah air. Program ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras serta minyak goreng yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Bulog diminta untuk segera melaksanakan distribusi bantuan pangan dari Mei hingga Juni. Kami yakin, jika bantuan ini dikeluarkan tepat waktu, akan membantu dalam mengendalikan harga beras dan minyak goreng,” jelas Ketut lebih lanjut.
Paket Bantuan Pangan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Pemerintah juga menyertakan penyaluran minyak goreng Minyakita dalam paket bantuan pangan yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Minyakita sendiri merupakan kewajiban produsen kelapa sawit domestik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sebelum dapat melakukan ekspor.
Total pasokan Minyakita yang akan didistribusikan melalui program bantuan pangan mencapai 132,9 ribu kiloliter. “Dengan distribusi serentak hingga bulan Juni, kami berharap dapat menahan kenaikan harga minyak goreng,” tambahnya.
Badan Pangan Nasional melaporkan bahwa hingga 20 Mei, bantuan pangan telah mencapai 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan 46,2 ribu kiloliter Minyakita telah tersalurkan. Stok cadangan pangan juga dinilai memadai, dengan Bulog mengelola sekitar 89 ribu kiloliter minyak goreng dan ID FOOD sekitar 700 kiloliter.
“Bantuan pangan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, di mana setiap keluarga akan mendapatkan 4 liter minyak goreng. Ini adalah langkah penting dalam mengatasi kebutuhan pangan,” tutup Ketut.
Sementara itu, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, menyatakan pentingnya memastikan dua program distribusi berjalan bersamaan. Program tersebut meliputi bantuan pangan dan pengisian pasokan ke pasar rakyat, sehingga distribusi dapat dimanfaatkan secara efektif.
“Pasokan ke pasar-pasar ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di masyarakat, sehingga kedua program ini harus dapat berjalan kooperatif dengan baik,” pungkasnya.



