Nasional

Kementrans MENYELAMATKAN Transmigasi! Fokus Pemberdayaan melalui Program TEP 2026 di 53 Kawasan!

Jakarta, Maret.id — Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengumumkan keberlanjutan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dalam upaya pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia. Program ini merupakan kelanjutan dari TEP sebelumnya, yang kini fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengabdian di 53 kawasan transmigrasi.

Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Ternama

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Iftitah dalam Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan TEP 2026 yang berlangsung di Hotel Gran Melia Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kementeriannya telah menjalin kerjasama dengan sepuluh perguruan tinggi terkemuka untuk seleksi peserta TEP 2026.

Peserta yang dibutuhkan sebanyak 1.400 orang terdiri dari lulusan S1, dosen, hingga guru besar yang akan mendampingi program ini. Menteri Iftitah menekankan bahwa TEP adalah bagian penting dari upaya pemerintah untuk mendorong transformasi transmigrasi melalui aksi nyata di lapangan.

Proses Pendaftaran dan Peserta

“Pembukaan pendaftaran berlangsung dari tanggal 1 Mei hingga 21 Mei. Dari total 177 ribu sarjana yang mendaftar, terdapat sekitar 10.539 orang yang mengunggah berkas pendaftaran,” jelasnya pada Selasa, 26 Mei 2026, di Jakarta.

Sepuluh perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini meliputi Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin. Langkah ini diambil sebagai upaya pemberdayaan masyarakat yang menjadi tema utama dari TEP.

Beragam Latar Belakang Pendidikan

Calon patriot untuk TEP 2026 memiliki latar belakang pendidikan yang beragam demi mendukung keberhasilan program ini. Beberapa bidang yang dibutuhkan antara lain pendidikan S1 dalam perencanaan wilayah dan kota, agribisnis, kehutanan, pertanian, serta perikanan.

Lebih lanjut, program ini juga memerlukan keahlian dalam bidang seperti teknik geomatika, perencanaan tata ruang, dan ilmu kelautan. Menteri Iftitah menegaskan pentingnya sumber daya manusia unggul yang dapat turut memperkuat pembangunan di kawasan transmigrasi.

Menteri Iftitah menyatakan bahwa program TEP 2026 selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional. Para peserta TEP 2026 akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi untuk melaksanakan riset dan kajian guna menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Kawasan transmigrasi tersebut mencakup berbagai daerah, antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan beberapa provinsi di Kalimantan, serta Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Dalam penyampaian selanjutnya, menteri menekankan, “Kami lebih memilih fokus pada pengabdian masyarakat dengan anggaran yang telah dibagi menjadi dua program utama.”

Wiwan dari Universitas Diponegoro, selaku peninjau, menegaskan pentingnya riset komprehensif untuk diimplementasikan di lapangan dengan tetap mengedepankan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dalam proposal yang disusun.

“Hasil penilaian telah didiskusikan dengan tim dari komite, termasuk perwakilan dari Kementerian Transmigrasi. Masukan dari Menteri agar kegiatan tahun ini tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga pada pelaksanaannya sudah disampaikan,” pungkas Wiwandari.

Dengan peluncuran program TEP 2026, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan transmigrasi dan menjalankan pembangunan yang inklusif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button