Kemenekraf Segera Petakan Kerja Sama Infrastruktur untuk Dukung Ekonomi Kreatif!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus berupaya memetakan potensi kerja sama dalam penyediaan infrastruktur guna mendukung para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Pemetaan ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait serta sektor swasta, dengan tujuan memperkuat dasar bagi aktivitas kreatif di berbagai daerah.
Pemetaan Kerja Sama Infrastruktur
Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kemenekraf, Fahmy Akmal, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap pemetaan potensi kerja sama. “Kami sedang melakukan pemetaan untuk mendukung infrastruktur yang diperlukan oleh pelaku ekonomi kreatif,” ungkap Fahmy dalam sebuah pernyataan, Rabu (27 Mei 2026).
Fahmy menekankan bahwa penguatan infrastruktur digital adalah salah satu strategi penting untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi kreatif, baik di kabupaten maupun kota. Infrastruktur digital tidak hanya akan mendukung produk berbasis teknologi, tetapi juga akan meningkatkan nilai tambah sektor ekonomi kreatif yang berfokus pada kebudayaan, desain, dan media.
Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kreatif
“ Infrastruktur digital dapat diterapkan di semua daerah yang memiliki potensi ekonomi kreatif, baik yang berbasis digital maupun yang berhubungan dengan budaya, desain, dan media,” tambahnya. Dia menyebutkan bahwa Kemenekraf bersama pemerintah daerah tengah mendorong pengembangan kawasan ekonomi kreatif melalui berbagai program diskriminatif, termasuk Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).
Hingga saat ini, sebanyak 86 kabupaten dan kota di Indonesia telah melaksanakan PMK3I. Jumlah ini menunjukkan keterlibatan yang signifikan dari berbagai daerah untuk mengakui dan memperkuat potensi mereka sebagai kawasan ekonomi kreatif. Jumlah daerah yang telah mendapatkan penetapan KaTa Kreatif Indonesia juga terus meningkat, dengan total 47 daerah di seluruh Indonesia pada tahun 2025.
Jejaring Kota Kreatif Dunia
Kemenekraf juga mendukung pemerintah daerah untuk bergabung dalam Jejaring Kota Kreatif Dunia yang diinisiasi oleh UNESCO. Hal ini dilakukan melalui pendampingan dan bantuan dalam pengajuan nominasi kota kreatif. Pada 2025, Kota Malang dan Kabupaten Ponorogo berhasil bergabung dalam jaringan UCCN UNESCO, bergabung dengan lima kota lainnya yang lebih dahulu diterima, seperti Pekalongan, Bandung, Ambon, Jakarta, dan Surakarta.
Peningkatan infrastruktur serta pengembangan kawasan kreatif daerah secara keseluruhan dinilai Kemenekraf sebagai langkah krusial untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional di kancah internasional. Dengan langkah-langkah ini, Kemenekraf berharap dapat memfasilitasi dan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif Indonesia, yang berpotensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi pada perekonomian nasional.



