Tim Ekspedisi Patriot 2026 Tembus 10.539 Peserta, Mentrans Tegaskan Target The Best of The Best!

Jakarta, Maret.id — Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang digagas Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia mendapat sambutan hangat dari generasi muda. Sebanyak 10.539 peserta telah mendaftar untuk mengikuti seleksi program pengabdian di kawasan transmigrasi melalui 10 perguruan tinggi mitra.
Peningkatan SDM Unggul di Kawasan Transmigrasi
Program ini dirancang untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) unggul di kawasan transmigrasi sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Semua ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi transmigrasi yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan, “Kami ingin yang terbaik dari yang terbaik, sehingga yang datang ke kawasan transmigrasi itu betul-betul adalah SDM unggul yang terseleksi oleh universitas terbaik,” setelah rapat pleno hasil penilaian dan usulan TEP di Jakarta.
Ragam Disiplin Ilmu Peserta TEP 2026
Dari total pendaftar, Universitas Indonesia (UI) mencatatkan jumlah pendaftar terbanyak dengan 1.249 peserta, diikuti oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 1.187, Universitas Hasanuddin (Unhas) 1.181, dan Universitas Airlangga (Unair) 1.157 pendaftar. Beberapa universitas lainnya juga turut berkontribusi dengan jumlah pendaftar yang signifikan.
Menteri Iftitah menambahkan, tingginya minat generasi muda menunjukkan semakin kuatnya kesadaran untuk terlibat langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. “Indonesia tidak kekurangan potensi, Indonesia kaya. Yang dibutuhkan adalah SDM unggul yang hadir di kawasan-kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Peserta TEP 2026 berasal dari berbagai disiplin ilmu yang strategis, seperti pertanian, kehutanan, perikanan, energi terbarukan, kebencanaan, teknik lingkungan, tata ruang, hingga ilmu sosial dan pengembangan masyarakat. Keberagaman tersebut diharapkan mampu membangun kawasan transmigrasi dengan cara yang komprehensif dan berkelanjutan.
Proses Seleksi dan Pembekalan Peserta
Menteri Iftitah mengungkapkan bahwa pada awal bulan Juni mendatang, seleksi akan dilakukan untuk memilih peserta terbaik. Setelah melalui proses seleksi, setiap kampus akan memberikan pembekalan yang terfokus pada aspek lingkungan. “Sehingga mereka bisa memiliki satu survival mode menghadapi kekayaan Indonesia ini beserta tantangannya,” tegasnya.
Pelatihan yang akan diberikan mencakup berbagai tantangan, seperti bencana, serta kesiapan menghadapi potensi risiko yang ada di kawasan transmigrasi. Kesehatan peserta juga akan diperhatikan selama proses pembekalan ini agar mereka siap secara Holistik saat berangkat ke tempat tugas.
Dijadwalkan, setelah menyelesaikan serangkaian seleksi dan pembekalan, Tim Ekspedisi Patriot 2026 akan diberangkatkan ke 53 kawasan transmigrasi pada akhir Juli 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat di daerah tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.





