Nasional

AHLI PERINGATKAN! Waspadai Pentingnya Membaca Label Makanan Kaleng!

Jakarta, Maret.id — Ahli Teknologi Pangan dari Applied Science Foundation, Daisy Irawan, mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam membaca label pada makanan kaleng. Menurutnya, penting bagi konsumen untuk memperhatikan kandungan gula, garam, lemak, dan natrium sebelum rutin mengonsumsi produk makanan kemasan tersebut.

Pentingnya Memahami Label Makanan Kaleng

Daisy menjelaskan bahwa makanan kaleng dirancang untuk menjaga keawetan pangan serta mencegah pencemaran mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit berbahaya. Proses pengalengan yang tepat dapat membantu menjaga keamanan pangan tanpa menambahkan bahan pengawet yang berlebihan.

“Masyarakat perlu memahami informasi gizi pada kemasan sebelum mengonsumsi makanan kaleng secara rutin. Makanan kaleng tidak otomatis berbahaya selama konsumsi dilakukan secara bijak dan dengan memperhatikan kandungan gizinya secara menyeluruh,” ujar Daisy saat diwawancarai baru-baru ini.

Keamanan Makanan Kaleng Berbahan Alami

Daisy menekankan bahwa makanan kaleng berbahan alami tetap aman untuk dikonsumsi, asalkan diproses sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku. Menurutnya, proses pengalengan tidak hanya membantu menjaga kualitas bahan segar, tetapi juga mengurangi kebutuhan penggunaan formalin atau pengawet tambahan.

Ia menyebutkan bahwa produk sarden kalengan memiliki manfaat gizi yang tinggi. Setelah proses pengolahan, duri ikan menjadi lunak, sehingga kandungan kalsium dari tulang dan duri tersebut memberikan manfaat bagi lansia yang jarang mengonsumsi susu.

Batasan Konsumsi Makanan Kaleng

Meski demikian, Daisy mengingatkan agar masyarakat tetap membatasi konsumsi makanan kaleng untuk menjaga asupan natrium harian. Kadar sodium yang tinggi berisiko menyebabkan hipertensi, terutama jika dikombinasikan dengan berbagai makanan instan lainnya.

“Makanan segar tetap menjadi pilihan terbaik dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Namun, makanan kaleng dapat menjadi solusi praktis selama dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan,” tambahnya.

Perdebatan mengenai makanan kaleng semakin ramai diperbincangkan di kalangan warganet setelah dikaitkan dengan kategori makanan ultra-processed food (UPF). Sebagian masyarakat berpendapat bahwa makanan kaleng tidak lagi termasuk real food, meskipun pengolahannya diatur ketat oleh pemerintah.

Faktanya, produk makanan kaleng tetap melalui pengawasan keamanan pangan, sehingga risiko kesehatannya relatif dapat dikelola dengan baik. Namun, para ahli tetap mengingatkan agar masyarakat lebih memperhatikan kondisi kemasan serta kandungan gizinya sebelum mengonsumsi produk makanan tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button