Kuota Program Magang Nasional 2026 Ditingkatkan!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia telah memastikan bahwa Program Magang Nasional akan terus berlanjut hingga tahun 2026 dengan target peningkatan jumlah peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, yang menekankan pentingnya program magang bagi lulusan baru dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Target Peningkatan Peserta dan Gelombang Pembukaan
Yassierli menyampaikan bahwa program magang ini akan dibuka dalam tiga gelombang, di mana masing-masing gelombang bertujuan untuk memfasilitasi 50 ribu lulusan baru. Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini, pemerintah juga telah mengajak perusahaan mitra untuk membuka lowongan magang dan menyebarkannya melalui saluran resmi mereka.
Gelombang pertama dari Program Magang Nasional 2026 dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Dalam pelaksanaan ini, peserta akan mendapatkan upah yang telah disepakati oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan, dengan seluruh biaya upah berasal dari APBN.
Manfaat Bagi Lulusan Baru
Yassierli menjelaskan bahwa “uang saku” yang diterima peserta magang ini akan sama dengan upah minimum di lokasi magang, baik itu upah minimum kabupaten/kota atau upah minimum provinsi. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan keadilan serta kesempatan bagi semua lulusan baru.
Program Magang Nasional 2025 sebelumnya telah resmi berakhir, dengan mencatatkan total peserta mencapai 76 ribu orang. Tingginya minat generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri menunjukkan kebutuhan yang mendesak akan program semacam ini. Yassierli menambahkan bahwa program ini bukan hanya menyediakan pengalaman kerja, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di dunia kerja yang semakin ketat.
Hasil Evaluasi Positif dan Kesempatan Kerja
Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa 85 persen peserta dari batch pertama program ini merasa sangat puas dengan pelaksanaannya. Selain itu, 14 persen lainnya menyatakan cukup puas, sementara tingkat ketidakpuasan hanya tercatat sebesar 0,7 persen. Di sisi perusahaan mitra, sekitar 4 ribu perusahaan yang terlibat juga memberikan penilaian positif, di mana 81 persen dari mereka merasa puas dan sangat puas.
Keberhasilan program ini terlihat dari fakta bahwa sekitar 35 persen peserta batch pertama bahkan menerima tawaran kerja di tempat di mana mereka menjalani program magang. Hal ini menandakan bahwa Program Magang Nasional tidak hanya sekadar inisiatif untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi jembatan bagi lulusan untuk memasuki dunia profesional dengan lebih mudah.
Dengan berlanjutnya program ini hingga 2026, diharapkan semakin banyak lulusan baru yang akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang di lingkungan kerja yang nyata, serta meningkatkan daya saing mereka di pasar tenaga kerja.



