Ratusan Karyawan PT Xacti Indonesia Terancam PHK Akibat Melemahnya Rupiah!

Jakarta, Maret.id — Lebih dari 400 karyawan PT Xacti Indonesia yang berbasis di Depok, Jawa Barat, kini mencari peluang kerja baru setelah terpaksa menghadapi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Situasi ini terjadi di tengah kondisi perekonomian nasional yang tengah menghadapi kesulitan, dengan nilai tukar Rupiah yang hampir menembus angka Rp18.000 terhadap Dolar AS.
Penutupan Operasional dan Dampaknya
PT Xacti Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Sanyo Group, telah resmi menghentikan seluruh operasionalnya dan melakukan PHK kepada lebih dari 400 karyawan. Informasi mengenai penutupan ini dikonfirmasi oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, yang menegaskan bahwa semua aktivitas pabrik telah berhenti total.
Faktor Penyebab PHK
Perusahaan yang bergerak di bidang perangkat digital imaging, komponen elektronik, dan papan sirkuit (PCB) ini dipaksa menutup operasionalnya karena beberapa alasan. Salah satu penyebab utama adalah meningkatnya biaya produksi, di mana harga bahan baku dan energi mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, pelemahan nilai tukar Rupiah juga menyebabkan biaya impor semakin membengkak. Said Iqbal juga menyatakan bahwa kondisi pasar global yang lesu turut berkontribusi pada kesulitan yang dihadapi perusahaan.
Pesangon dan Hak Karyawan
Meskipun situasi ini menyebabkan banyak karyawan kehilangan pekerjaan, pihak serikat pekerja menyebut semua karyawan yang terkena PHK telah menerima hak pesangon sesuai kesepakatan dengan pihak perusahaan. Bahkan, pesangon yang diberikan diklaim mencapai dua kali lipat dari ketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.
Tren PHK di 2026
Penutupan PT Xacti Indonesia menambah daftar panjang perusahaan yang terkena dampak tekanan ekonomi dan mengalami gelombang PHK pada tahun 2026. Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan di dalam negeri berjuang keras untuk bertahan di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan berbagai pihak terkait, terutama dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru dan menjaga kestabilan perekonomian nasional. Bagi para karyawan yang terdampak, mereka kini dihadapkan pada tantangan untuk menemukan pekerjaan baru di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Kesimpulannya, kebutuhan mendesak untuk intervensi dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah diharapkan agar gelombang PHK ini tidak terus berlanjut dan kesempatan kerja baru dapat diciptakan untuk mendukung mereka yang terkena dampak.





