Nasional

Garam Raijua Dilirik: Produksi Bersih Dukung Swasembada!

Jakarta, Maret.id — Kabupaten Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur semakin diminati sebagai sentra penghasil garam nasional berkualitas. Dengan musim panas yang berlangsung selama delapan hingga sembilan bulan setiap tahun, daerah semiaring ini dianggap mampu mendukung produksi garam secara optimal.

Potensi Sabu Raijua dalam Produksi Garam

Pengusaha garam lokal, Martin Diratome, menyatakan bahwa wilayah timur Indonesia, khususnya Sabu Raijua, sangat cocok untuk menjadi pusat produksi garam. “Untuk menghasilkan garam yang berkualitas, pengembangan harus dilakukan di wilayah timur yang memiliki musim panas yang panjang,” ujar Martin dalam wawancara bersama PRO3 RRI pada Jumat, 29 Mei 2026.

Martin juga menambahkan bahwa tambak garam di Sabu Raijua memanfaatkan teknologi geomembran yang lebih modern. Teknologi ini memungkinkan produksi garam yang lebih bersih dibandingkan metode tradisional yang berbasis tanah. “Produksi garam dari Sabu Raijua memiliki kadar NaCl yang mencapai lebih dari 97 persen, menjadikannya berkualitas tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia,” tuturnya.

Pengembangan Tambak Garam yang Berkelanjutan

Potensi pengembangan tambak garam di Sabu Raijua dinilai sangat besar. Martin mengungkapkan bahwa lahan untuk produksi garam di wilayah tersebut dapat diperluas hingga mencapai tiga ribu hektare. “Jika pemerintah serius, tambak garam Sabu Raijua dapat memenuhi kebutuhan garam nasional. Wilayah timur harus menjadi fokus dalam program swasembada garam saat ini,” tegasnya.

Garam yang diproduksi di Sabu Raijua sudah berhasil dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. Perusahaan-perusahaan di Surabaya, Medan, dan Palembang secara rutin membeli garam dari wilayah tersebut, yang menunjukkan adanya pasar yang menjanjikan.

Dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menyampaikan bahwa proyek pengembangan garam yang didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan berperan penting dalam memperkuat industri garam nasional. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat daya saing industri garam Indonesia ke depannya.

Dijelaskan juga bahwa tambak garam di Rote Ndao dirancang untuk memiliki kapasitas produksi hingga ratusan ribu ton setiap tahun. Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, diharapkan kualitas garam dan efisiensi produksi nasional dapat ditingkatkan.

Dengan semua potensi ini, Sabu Raijua diharapkan bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan garam domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri garam global. Upaya yang dilakukan ini menunjukkan semangat untuk mewujudkan swasembada garam serta meningkatkan kesejahteraan petani garam lokal dan perekonomian daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button