Nasional

Kemendikdasmen Salurkan 159 Hewan Kurban untuk Perkuat Solidaritas Nasional!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan program sosial dengan menyalurkan 159 hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Program ini, yang dinamakan “Kemendikdasmen Tebar Kurban untuk Negeri”, bertujuan untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas di tengah masyarakat.

Penyerahan Simbolis di Sorong

Penyerahan simbolis hewan kurban berlangsung di Sorong, Papua Barat Daya, dan ditandai dengan penyerahan satu ekor sapi seberat sekitar 720 kilogram. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama di wilayah Timur Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam khutbah Idul Adha yang disampaikannya di Sorong pada 27 Mei 2026, menekankan bahwa berkurban tidak hanya sekadar melakukan ritual keagamaan. “Kita diberikan tuntunan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mendekatkan diri kepada sesama melalui sedekah dan kepedulian,” ujarnya.

Nilai Sosial di Balik Kurban

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya makna di balik proses penyembelihan hewan kurban. Ia mengingatkan bahwa nilai kurban seharusnya tidak hanya berhenti pada aspek fisik penyembelihan. “Meneladani Nabi Ibrahim, kita diharapkan menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa rela berkorban sehingga hidup kita bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Pada Idul Adha tahun ini, total hewan kurban yang dihimpun oleh Kemendikdasmen mencapai 117 ekor sapi dan 42 ekor kambing. Hewan-hewan ini berasal dari unit kerja di pusat hingga daerah dan didistribusikan ke sebanyak 35 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Dampak Program Kepedulian Sosial

Diperkirakan, total daging yang dihasilkan dari hewan kurban tersebut mencapai 18.100 kilogram, yang akan disalurkan kepada sekitar 18.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat memperkuat nilai gotong royong dalam masyarakat serta memperluas dampak kepedulian sosial.

Dengan inisiatif ini, Kemendikdasmen berupaya untuk tidak hanya menyediakan bantuan fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di antara masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button