BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Pemberdayaan Mustahik di Seluruh Provinsi!

Jakarta, Maret.id — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia telah mendistribusikan 1.240 kambing dam untuk jemaah haji tahun 2026, sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi para mustahik di berbagai provinsi serta memberdayakan peternak lokal di tanah air.
Penyaluran Hewan Dam Sebagai Tanggung Jawab Sosial
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, menjelaskan bahwa program penyaluran hewan dam ini bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga merupakan amanah yang dipercayakan oleh para jemaah haji. “Hewan dam yang hari ini akan diserahkan, bukan sekadar komoditas pangan biasa, melainkan sebuah amanah yang sangat besar,” ujar Zainut pada acara penyaluran yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Zainut menambahkan bahwa program ini telah berjalan sejak 2024, dengan tujuan utama memfasilitasi jemaah yang membayar denda haji di tanah air. Ini bertujuan untuk menciptakan dampak sosial positif berupa penyediaan daging bagi mustahik, sekaligus memberdayakan peternak rakyat.
Kontribusi Program Balai Ternak BAZNAS
Dalam penyaluran daging dam ini, Zainut menjelaskan bahwa BAZNAS berperan dalam memastikan bahwa dam tersebut akan disalurkan kepada mustahik yang benar-benar membutuhkan. Program Balai Ternak BAZNAS, yang saat ini memiliki 103 titik di 15 provinsi, juga memberikan bantuan modal, sarana produksi, dan pendampingan usaha kepada para peternak mustahik.
“BAZNAS pada posisi memfasilitasi bagi para hujaj yang menitipkan damnya kepada kami. Kami pastikan bahwa dam tersebut akan disalurkan dengan tepat,” jelasnya lebih lanjut. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret BAZNAS dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemotongan Hewan Dam sebagai Inisiatif Strategis
Lebih jauh, Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., mengungkapkan bahwa pemotongan dam di dalam negeri sudah dirintis sejak 2025. Langkah ini dinilai strategis bagi pemerintah agar kontribusi jemaah haji dapat berdampak nyata bagi masyarakat setempat. “Ini salah satu inisiatif dari Kementerian Haji yang sangat perlu didorong,” katanya.
Sebanyak 1.240 hewan dam yang dikelola oleh BAZNAS merupakan bagian dari inisiatif besar ini. Sementara itu, beberapa jemaah haji lainnya juga menitipkan hewan dam mereka melalui lembaga keagamaan lain, mengindikasikan komitmen bersama dalam memberikan manfaat yang lebih.
Asisten Administrasi Umum Setda Pemalang, Bagus Sutopo, S.STP, M.AP., juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan BAZNAS dalam memaksimalkan pemanfaatan daging dam dari jemaah haji. Program penataan yang diusung oleh BAZNAS diharapkan dapat mengalirkan dana maupun hasil pengelolaan dam jemaah haji kembali ke tanah air, memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata, terutama bagi masyarakat di wilayah Pemalang.
Dengan langkah-langkah tersebut, BAZNAS berupaya menjadikan program ini sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya memberikan dampak bagi jemaah, tetapi juga bagi masyarakat luas.





