Waka BGN Sony Tegaskan MBG Jangkau Balita dan Ibu Hamil dalam Program Manfaat!

Jakarta, Maret.id — Wakil Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki sasaran yang lebih luas dibandingkan hanya peserta didik. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, sebelum secara bertahap menjangkau peserta didik.
Penjelasan Terkait Program MBG
Dalam berbagai kesempatan, BGN melakukan sosialisasi mengenai program MBG untuk meningkatkan pemahaman tentang sasaran utama ini. Menurut Sony, banyak yayasan dan mitra pelaksana yang masih kebingungan mengenai sasaran penerima manfaat, menganggap bahwa program ini hanya berfokus pada pemberian makanan untuk siswa di sekolah.
Pemahaman yang keliru ini tampaknya dipengaruhi oleh penggunaan istilah “school meal,” yang sering ditafsirkan sebagai program makan untuk para siswa saja. Akibatnya, sejumlah mitra lebih memilih menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah tanpa memahami bahwa terdapat prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Keutamaan Kelompok Rentan
Sony menjelaskan bahwa setiap kali melakukan konsolidasi program MBG, ia sangat menekankan pentingnya memberikan asupan gizi kepada kelompok-kelompok rentan tersebut. “Tujuan utama program ini adalah untuk memastikan bahwa ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada dalam periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan mendapatkan gizi yang memadai. Barulah setelah itu, kita bisa memperhatikan peserta didik,” ungkapnya.
Fokus pada kelompok rentan ini merupakan bagian integral dari Program MBG, yang dianggap sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. “Seluruh pelaksana program harus memahami dan mengimplementasikan tujuan ini dengan serius di lapangan,” tambahnya.
Pentingnya Pemahaman Bersama
Sony mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan, mitra pelaksana, hingga Satuan Tugas MBG di daerah, untuk benar-benar memahami dan melaksanakan tujuan tersebut. “Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan merupakan esensi dari program ini. Semua pelaksana program harus menjunjung tinggi tujuan utama. Jangan sampai menyimpang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sony menyerukan agar semua elemen yang terlibat saling mengingatkan dan mengawasi implementasi kebijakan ini agar tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah. Ini dianggap penting untuk memastikan bahwa program MBG bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi yang membutuhkan.
Dengan penekanan pada kelompok rentan, Sony berharap bahwa kualitas gizi masyarakat Indonesia dapat meningkat, sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa yang akan datang.





