KLH: EKONOMI HIJAU DAPAT CIPTAKAN JUTAAN LAPANGAN KERJA!

Jakarta, Maret.id — Transformasi menuju ekonomi hijau di Indonesia dipandang sebagai solusi yang menjanjikan untuk menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memanfaatkan peluang ini sebagai upaya menangani tantangan lingkungan yang semakin mendesak.
Peluang dari Ekonomi Hijau
Jumhur Hidayat menyatakan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon akan menjadikan kebutuhan terhadap tenaga kerja, khususnya yang memiliki kompetensi hijau, semakin mendesak. “Transisi menuju ekonomi hijau dapat melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru. Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau,” ucapnya saat menghadiri acara wisuda Universitas Nasional di Jakarta pada 31 Mei 2026.
Lebih lanjut, Jumhur menjelaskan bahwa dunia dihadapkan pada tantangan krisis iklim yang serius, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan yang meluas. Dengan sumber daya alam melimpah dan keanekaragaman hayati yang kaya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam agenda keberlanjutan global.
Peran Generasi Muda
Dalam konteks transformasi ini, generasi muda, khususnya generasi Z, diharapkan akan menjadi motor penggerak perubahan. Berdasarkan survei dari Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), lebih dari 80% generasi Z di Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan. Namun, Jumhur menegaskan bahwa kepedulian tersebut perlu diterjemahkan ke dalam bentuk inovasi, kewirausahaan, dan aksi nyata yang dapat berdampak baik secara ekonomi maupun lingkungan.
Dengan meningkatnya ekonomi hijau, permintaan akan profesi yang berbasis keberlanjutan diperkirakan akan terus bertambah. Mulai dari ahli energi terbarukan, insinyur lingkungan, hingga spesialis ekonomi sirkular dan wirausaha hijau. Kebutuhan ini menunjukkan bahwa pasar kerja di masa depan akan semakin mementingkan kemampuan terkait keberlanjutan.
Target Pengelolaan Sampah
Sebagai bagian dari inisiatif terkait ekonomi hijau, pemerintah Indonesia menargetkan pengelolaan seluruh sampah nasional pada tahun 2029 melalui penguatan ekonomi sirkular dan penerapan teknologi modern dalam pengelolaan sampah. Berbagai teknologi, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), akan didorong untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan usaha baru. Jika Indonesia dapat memelihara lingkungan serta membangun ekonomi sirkular yang kuat, maka kita akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap dunia,” ungkap Jumhur Hidayat.
Melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk mengembangkan ekonomi hijau, diharapkan bahwa kebijakan dan tindakan nyata dapat mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan dan perekonomian nasional.



