Nasional

Klarifikasi Qodari Atas Tuduhan Prabowo Boros karena Sering Perjalanan ke Luar Negeri!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, memberikan tanggapan atas kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang dianggap sebagai pemborosan. Menurut Qodari, setiap kebijakan luar negeri yang diambil oleh Presiden Prabowo selalu mengedepankan asas manfaat bagi bangsa dan negara.

Dalam pernyataannya di Wisma Danantara pada Minggu, 31 Mei 2026, Qodari menekankan bahwa setiap perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden harus dipertimbangkan dengan cermat terkait hasil dan manfaat yang bisa diperoleh. “Pasti asas manfaat menjadi sesuatu yang utama bagi Presiden dalam mengambil langkah-langkah soal luar negeri,” ujarnya.

Asas Kemanfaatan Dalam Diplomasi

Qodari menjelaskan bahwa biaya kunjungan ke luar negeri tidak dapat dipisahkan dari hasil yang didapatkan oleh Indonesia. “Ya kembali lagi, bagaimana kemudian asas kemanfaatan yang dibawa itu kan juga harus dipertimbangkan atau diperhitungkan,” lanjutnya. Dia menambahkan, setiap langkah Presiden dalam diplomasi luar negeri bertujuan untuk memperoleh keuntungan maksimal bagi negara.

Walaupun Qodari menghargai kritik yang disampaikan oleh Dino, dia tetap menegaskan bahwa biaya kunjungan luar negeri harus dilihat dari segi keuntungan yang diperoleh. “Kita terima kasih atas semua masukan dan saran, apalagi memang kalau untuk masa depan bangsa,” ungkapnya.

Kritik dan Saran dari Dino Patti Djalal

Sebelumnya, Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, mengungkapkan bahwa frekuensi kunjungan Presiden ke luar negeri dinilai terlalu tinggi. Dia memberikan lima saran kepada Presiden Prabowo untuk mereduksi perjalanan luar negeri, terutama dalam situasi ekonomi yang belum stabil.

Dino mengingatkan bahwa anggaran negara harus diutamakan, dan perjalanan ke luar negeri yang terlalu sering dapat berdampak negatif pada keuangan negara. Dia juga menyarankan agar prioritas kunjungan luar negeri ditujukan kepada negara-negara yang benar-benar memberikan manfaat strategis bagi Indonesia.

Menimbang Keuntungan dan Pengeluaran

Dari sudut pandang Qodari, hal ini menjadi pertimbangan penting dalam setiap kebijakan luar negeri. Setiap perjalanan harus dinilai berdasarkan hasil yang dicapai, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa dibenarkan jika manfaat yang diperoleh sebanding atau lebih besar.

Langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di mata internasional. “Setiap keputusan diambil dengan bijak dan berdasarkan analisis yang mendalam,” terang Qodari.

Kritik yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal seakan menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus mempertimbangkan efisiensi anggaran negara. Dualitas antara diplomasi yang aktif dan pengelolaan keuangan yang prudent merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintahan saat ini.

Dengan mempertimbangkan semua saran yang ada, diharapkan kedepannya, langkah-langkah luar negeri yang diambil oleh Presiden dapat memberikan manfaat yang lebih signifikan bagi rakyat Indonesia. Terlepas dari kontroversi yang muncul, penting bagi pemerintah untuk tetap fokus pada tujuan akhir demi kemajuan bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button