Nasional

Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri: Demi Kepentingan Indonesia!

Jakarta, Maret.id — Kunjungan ke luar negeri oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kepentingan Indonesia kembali menjadi sorotan. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), M Qodari, menegaskan manfaat dari kunjungan tersebut, menanggapi kritik yang datang dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Manfaat Kunjungan Kenegaraan

Qodari menyatakan bahwa setiap kunjungan kenegaraan yang dilakukan Presiden Prabowo dirancang untuk membawa manfaat bagi bangsa dan negara. “Pasti asas manfaat menjadi suatu yang utama bagi Presiden dalam mengambil langkah-langkah termasuk soal ke luar negeri. Manfaat itu dalam pengertian untuk bangsa dan negara,” ungkap Qodari kepada wartawan di Jakarta, pada 31 Mei 2026.

Dia menekankan bahwa pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melaksanakan kunjungan. “Kita yakin bahwa apa yang bisa diperoleh dari kunjungan ke Prancis itu memang betul-betul bisa besar dan signifikan,” tegasnya.

Kerja Sama Internasional yang Dijalankan

Dalam kunjungan terbarunya ke Prancis, Qodari menjelaskan bahwa Indonesia dan Prancis sedang menjalin kerja sama di bidang pendidikan, teknologi, pertahanan, dan sains. Selain itu, Presiden Prabowo juga memiliki hubungan erat dengan sejumlah pemimpin dunia, seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Hubungan antara Pak Prabowo dengan para pemimpin dunia hubungannya kan bagus, hal tersebut dapat dimanfaatkan ketika kita memerlukan dukungan dalam situasi-situasi krusial,” tambahnya. Meskipun demikian, Qodari juga mengapresiasi masukan dari Dino Patti Djalal mengenai pengurangan perjalanan kenegaraan.

Panggilan untuk Efisiensi Anggaran

Dino Patti Djalal sebelumnya memberikan saran kepada Presiden Prabowo agar mengurangi frekuensi kunjungan ke luar negeri. Dia mengusulkan formula ‘1 plus 8’, di mana Presiden cukup melakukan satu kunjungan tetapi dapat bertemu dengan delapan kepala negara dalam satu forum. “Dengan demikian, kita akan lebih efisien baik dari sisi anggaran maupun waktu,” katanya.

Dino juga menyarankan pemanfaatan teknologi, seperti panggilan video, untuk berkomunikasi dengan para pemimpin dunia tanpa harus melakukan perjalanan jauh. “Dengan satu videocall, negara dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri,” pungkasnya.

Melihat kembali pandangan ini, penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan bagaimana interaksi internasional dapat dilakukan dengan lebih efisien, tanpa mengabaikan hubungan yang telah dibangun dalam skala global. Kedekatan Presiden Prabowo dengan para pemimpin dunia menjadi aset bagi Indonesia, tetapi efisiensi juga perlu menjadi perhatian dalam menjalankan diplomasi internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button