WASPADA! Rangkuman Biodata dan Rekam Jejak Karier Militer Mendiang Ryamizard Ryacudu

Jakarta, Maret.id — Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu, yang menjabat pada era Presiden Joko Widodo, meninggal dunia pada hari Minggu, 31 Mei 2026, pada usia 76 tahun. Jenazah beliau disebutkan menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi berita duka tersebut. “Benar, kami mendapat informasi berita duka cita bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu,” ujarnya.
Profil dan Karier Militer Ryamizard Ryacudu
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 dengan kecabangan infanteri, yang bersama dengan rekan-rekannya lulus di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Setelah lulus, Ryamizard ditugaskan dalam Operasi Gabungan dengan Tentara Malaysia dari tahun 1976 hingga 1982. Selama periode tersebut, ia juga bertugas di Kalimantan untuk menumpas gerombolan komunis yang dikenal sebagai Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak (PGSR).
Pengalaman Strategis dan Penugasan
Seiring berjalannya waktu, Ryamizard terlibat dalam sejumlah operasi penting, termasuk Operasi Seroja di Timor Timur dari tahun 1983 hingga 1984 untuk melawan gerakan separatisme. Selain itu, ia juga memberikan bantuan kepada masyarakat Aceh saat bencana tsunami terjadi.
Ryamizard juga berkontribusi dalam misi perdamaian PBB, salah satunya sebagai Komandan Kontingen Garuda XXI-B di Kamboja pada tahun 1992. Setelah kembali ke Indonesia, ia dipercaya menjadi Komandan Brigade Infanteri 17 Ku hingga tahun 1994.
Kariernya semakin bersinar ketika ia menjabat sebagai Panglima Divisi II Kostrad, Kepala Staf Kostrad, dan Panglima Kodam V/Brawijaya. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di era Presiden Megawati Soekarnoputri dari tahun 2002 hingga 2006.
Prestasi dan Penghargaan
Selama masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan dari tahun 2014 hingga 2019, Ryamizard fokus pada penguatan program Bela Negara. Pengabdian dan dedikasinya di sektor pertahanan pun mendapatkan berbagai penghargaan.
Di akhir jabatannya, ia dianugerahi Bintang Penghargaan Veteran Tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) sebagai pengakuan atas jasa-jasanya. Selain itu, pada tahun 2021, Universitas Pertahanan RI memberikan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam Ilmu Pertahanan bidang Perang Semesta kepadanya.
Kepergian Ryamizard menambah panjang daftar tokoh nasional yang meninggalkan warisan penting bagi bangsa ini. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Cikeas, Bogor, dan dihormati dengan pembalutan bendera Merah Putih. Masyarakat Indonesia mengenang Ryamizard Ryacudu sebagai sosok yang berkontribusi besar terhadap negara melalui karier militernya yang gemilang.



