BGN Perintahkan SPPG Segera Beli Telur Dari Peternak!

Jakarta, Maret.id — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan instruksi kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membeli telur ayam ras secara langsung dari peternak. Kebijakan ini diambil terutama untuk Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebagai respons terhadap ketimpangan harga antara peternak dan pasar.
Menanggapi Ketimpangan Harga
Kebijakan BGN ini bertujuan untuk membantu meningkatkan harga telur di tingkat peternak, yang saat ini tertekan di bawah harga pokok produksi. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pentingnya implementasi kebijakan ini oleh seluruh SPPG. Menurutnya, jika tidak dilaksanakan, dampak negatif akan dirasakan oleh para peternak.
Saat dalam acara sinergi ekonomi kerakyatan di Magetan, Nanik menyatakan, “Mulai hari ini, saya instruksikan seluruh SPPG, khususnya di Magetan, untuk membeli telur ayam langsung ke peternak.” Hal ini diungkapkan dalam konteks pertemuan strategi pemberdayaan peternak dan UMKM dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Harga Telur di Tingkat Peternak dan Pasar
Berdasarkan data dari BGN, harga telur ayam ras di tingkat peternak di Magetan kini berada pada kisaran Rp22.000 per kilogram, sedangkan harga minimal untuk balik modal adalah Rp24.000 per kilogram. Kontradiksi ini semakin jelas dengan harga telur di pasar yang sudah mencapai Rp25.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
Kondisi tersebut mendorong BGN untuk meminta SPPG agar tidak membeli telur untuk program MBG melalui pemasok, melainkan langsung dari peternak. “Kami berikan tenggat waktu dua minggu kepada kepala SPPG untuk mendorong harga telur kembali ke tingkat yang lebih ekonomis,” lanjut Nanik.
Kolaborasi dengan UMKM dan Kunjungan Kerja
Penerapan kebijakan ini tidak hanya terbatas pada pembelian langsung, tetapi juga mencakup penandatanganan kerja sama antara kepala SPPG dan para pemasok dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam kunjungan kerja yang dilakukan, rombongan BGN juga memantau harga sayuran di Pasar Plaosan serta mengunjungi peternakan ayam petelur di daerah tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Magetan, Nanik Endang, dan jajaran Forkopimda, serta kepala organisasi perangkat daerah terkait. BGN berharap kolaborasi antara program MBG dan pemberdayaan peternak serta UMKM lokal dapat memperkuat keberlanjutan usaha peternakan rakyat di Magetan.
Dengan langkah-langkah ini, BGN berupaya menciptakan keseimbangan harga yang lebih baik, sehingga kesejahteraan peternak dapat terjaga dan program pangan bergizi dapat berjalan efektif.



