Nasional

Prabowo Biayai Sendiri Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri, Rombongan Dipangkas Hingga 60 Persen!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi terkait biaya kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya yang ditimbulkan selama kunjungan tersebut ditanggung pribadi oleh Presiden.

Penjelasan Soal Biaya Kunjungan

Teddy menjelaskan bahwa anggaran yang telah disiapkan negara untuk kunjungan luar negeri Presiden tidak mencakup biaya melebihi yang telah ditentukan. “Jadi yang pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” jelasnya dalam akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Selasa, 2 Juni 2026.

Dengan adanya klarifikasi ini, Teddy juga menekankan pentingnya efisiensi dalam jumlah anggota rombongan yang mendampingi Presiden selama kunjungan tersebut. Pemerintah mengapresiasi pengurangan jumlah rombongan yang secara signifikan menurun dibandingkan era sebelumnya.

Pengurangan Jumlah Rombongan

Sumber menyebutkan, jumlah rombongan yang biasanya melebihi 120 orang dalam satu kunjungan, kini berkurang menjadi sekitar 50 hingga 60 orang. “Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang secara besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” ucap sumber tersebut.

Langkah ini dinilai pemerintah sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan efisiensi dalam pelaksanaan kunjungan kerja luar negeri tanpa mengesampingkan efektivitas agenda negara yang dijalankan oleh Presiden. Pengurangan rombongan diharapkan dapat mengoptimalkan anggaran serta meningkatkan kinerja saat melakukan diplomasi.

Kedinamisan Jadwal Kunjungan

Selain itu, Teddy juga menjelaskan bahwa jadwal kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri bersifat dinamis. Ia menjelaskan bahwa jadwal tersebut dapat berubah, terdiri dari jadwal tahunan dan juga agenda mendesak. “Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis. Hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” jelasnya.

Melalui penjelasan ini, pemerintah berharap masyarakat memahami langkah-langkah yang diambil terkait kunjungan Presiden ke luar negeri. Dengan berbagai inisiatif ini, diharapkan Semoga kegiatan pemerintahan tetap berjalan efisien dan efektif tanpa menghabiskan anggaran yang berlebihan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button