Nasional

MENTAN PERINTAHKAN CEK DISTRIBUSI PUPUK SETELAH LAPORAN MAHASISWA!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengambil langkah tegas untuk menangani keluhan mengenai distribusi pupuk dan jaringan irigasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tindakan tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari mahasiswa saat kuliah umum di Universitas Hasanuddin pada Selasa, 2 Juni 2026.

Keluhan Distribusi Pupuk

Pada sesi kuliah umum tersebut, seorang mahasiswa bernama Arham melaporkan bahwa para petani di Kecamatan Bontomarannu mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Mendengar laporan tersebut, Amran segera memerintahkan timnya untuk melakukan verifikasi dan penelusuran langsung di lapangan. “Kalau memang benar ada distributor yang menyebabkan petani kesulitan mendapatkan pupuk, segera cek. Kalau terbukti melanggar, cabut izinnya,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga mengungkapkan masalah kerusakan jaringan irigasi di wilayah yang sama. Menghadapi isu ini, Amran meminta Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan persoalan tersebut dengan segera.

Pentingnya Tindak Lanjut Laporan

Amran menegaskan bahwa masalah yang dihadapi petani tidak boleh berhenti sebagai bahan diskusi semata. Setiap laporan harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata di lapangan. “Kita tidak bisa hanya berbincang-bincang, harus ada solusi konkret untuk mendukung petani kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, para mahasiswa juga mempertanyakan strategi pemerintah dalam mempertahankan swasembada pangan menghadapi perubahan iklim. Mereka memperhatikan alih fungsi lahan pertanian yang terus terjadi, yang berpotensi mengancam ketahanan pangan.

Dalam menghadapi tantangan ini, Amran menjelaskan bahwa pemerintah berupaya memperkuat produksi melalui pengembangan irigasi dan penyediaan benih unggul. “Alih fungsi lahan sawah tidak boleh dibiarkan. Sawah dan irigasi adalah fondasi utama ketahanan pangan nasional,” tegasnya lebih lanjut.

Energi Terbarukan dalam Sektor Pertanian

Mahasiswa juga mengajukan pertanyaan mengenai pengembangan energi terbarukan yang berbasis pada sektor pertanian. Amran menyebutkan bahwa hilirisasi kelapa sawit menjadi biodiesel merupakan langkah penting dalam mendukung kemandirian energi nasional.

Di akhir sesi, Amran mengajak mahasiswa untuk selalu melakukan tabayyun atau klarifikasi sebelum menarik kesimpulan dari informasi yang diterima. Ia menekankan bahwa kritik yang didasarkan pada data dan fakta sangatlah penting. “Kritik itu penting. Pengkritik yang jujur adalah sahabat sejati. Setiap informasi harus dicek dan dilihat secara utuh agar kita bisa mengambil keputusan yang benar,” pungkasnya.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga komunikasi terbuka dengan generasi muda serta memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi petani di Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button