Nanik S Deyang Resmi Jabat Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana, Permintaan Maaf Terungkap!

Jakarta, Maret.id — Nanik S Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Pelantikan ini berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, dan menandai perubahan kepemimpinan di lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan dan program gizi di Indonesia.
Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang akan memimpin upaya meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia. Penunjukan Nanik diharapkan dapat membawa inovasi dan perubahan positif serta memperkuat program-program gizi yang telah ada. Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, yang juga ditunjuk bersamaan dengan Nanik.
Perubahan Kepemimpinan
Dalam acara pelantikan yang berlangsung di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dadan Hindayana dan dua wakilnya yang sebelumnya menjabat. “Kami menghargai dedikasi dan kerja keras mereka dalam membangun fondasi BGN,” ungkap Presiden. Pergantian tersebut tidak hanya sekadar perubahan figur, namun juga diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menangani masalah gizi yang dihadapi masyarakat.
Nanik S Deyang dikenal publik setelah meminta maaf secara terbuka terkait insiden keracunan yang melibatkan ribuan anak sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ucapan permohonan maafnya yang penuh emosi mengindikasikan kepedulian dan tanggung jawabnya terhadap kesehatan anak-anak di Indonesia, serta menyiratkan komitmen untuk mengatasi berbagai tantangan di sektor gizi.
Latarnya yang Kuat
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968. Ia memulai kariernya sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit, yang memberikan pengalaman dan pemahaman yang mendalam tentang masalah sosial dan kesehatan di Indonesia. Nanik memiliki latar belakang akademik yang mengesankan, dengan gelar Sarjana Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman dan gelar Magister Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada.
Setelah berkecimpung di dunia media, Nanik kemudian berkiprah di bidang politik. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pada Pemilihan Presiden 2019, berpasangan dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Keterlibatannya dalam politik menunjukkan komitmennya untuk membawa perubahan dalam kebijakan kesehatan dan gizi di Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan
Sebagai Kepala BGN, Nanik diharapkan dapat berinovasi dan merumuskan program-program baru yang lebih efektif dan efisien. Isu gizi merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi negara ini, dengan prevalensi stunting dan malnutrisi yang masih tinggi. Di bawah kepemimpinan Nanik, diharapkan BGN dapat memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak dan mendorong partisipasi masyarakat dalam rangka meningkatkan gizi dan kesehatan.
Dengan latar belakang yang kuat, kepemimpinan Nanik S Deyang diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan dalam meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia. Semua mata kini tertuju kepada BGN dan Nanik S Deyang untuk menjalankan tugas ini dengan semangat dan komitmen yang tinggi.





