Nasional

Saleh Daulay: Efektivitas Program Ekraf HARUS Didukung Anggaran yang MEMADAI!

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya dukungan anggaran untuk mencapai efektivitas program ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia. Dalam pernyataannya usai rapat kerja dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 2 Juni 2026, Saleh mengungkapkan bahwa walaupun kerjasama lintas sektor berjalan dengan baik, hal tersebut tetap membutuhkan dukungan finansial yang memadai.

Kerjasama Lintas Sektor yang Positif

Saleh menilai bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) telah berhasil membangun koordinasi efektif dengan berbagai kementerian dan lembaga di tingkat pusat serta daerah. “Saya kira apa yang disampaikan itu lumayan bagus karena kerja sama lintas sektornya juga baik,” pungkasnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat penting guna mengembangkan sektor ekonomi kreatif agar bisa berdaya saing.

Namun, Saleh juga menyampaikan bahwa tanpa dukungan anggaran yang cukup, pelaksanaan program-program tersebut tidak akan berjalan dengan maksimal. “Kerja sama seperti itu tidak akan efektif kalau memang anggarannya tidak tersedia,” tegasnya.

Tekanan Anggaran Kemenekraf

Berdasarkan paparannya, anggaran Kemenekraf saat ini sedang mengalami tekanan akibat beberapa kali penghematan anggaran. Situasi ini pun memberi dampak pada sejumlah program yang sedang dijalankan di tingkat kedeputian. Menurut Saleh, jumlah anggaran yang tersisa hingga pertengahan tahun relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan program yang masih harus dilaksanakan.

“Ketika kita bekerja sama dengan kementerian lain, ya anggarannya harus ada. Supaya programnya juga bisa dilakukan,” jelasnya. Dukungan finansial yang solid dianggap penting agar Kemenekraf dapat mencapai target kerjanya.

Peningkatan Anggaran untuk Penguatan Ekosistem Ekraf

Dalam rapat sebelumnya, Komisi VII DPR RI telah menyetujui usulan penambahan anggaran sebesar Rp937 miliar untuk Kemenekraf sesuai kebutuhan masing-masing unit Eselon I. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan bahwa tambahan anggaran ini akan diprioritaskan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Ia juga menambahkan bahwa fokus dari program-program mendatang adalah pemberdayaan pelaku industri kreatif di berbagai daerah. “Kami mendorong agar produk kreatif dari daerah bisa masuk ke pasar nasional yang sudah kuat, lalu meningkat untuk menembus pasar global,” ujar Riefky. Selain itu, Kemenekraf berupaya untuk memperkuat kekayaan intelektual, merek, serta produk dari industri kreatif Indonesia.

Target akhirnya adalah agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang baik di negeri sendiri dan juga bersaing di pasar internasional. Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan sektor ekonomi kreatif dapat tumbuh dengan pesat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button