Nasional

UNY TEGASKAN! Empat Pelaku Dugaan Riset Palsu Adalah Alumninya!

Jakarta, Maret.id — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menegaskan bahwa empat orang yang terlibat dalam dugaan riset palsu pada sebuah konferensi internasional adalah alumni dari perguruan tinggi tersebut. Keempat individu tersebut, yakni Rifaldy Fajar, Prihantini, Rini Winarti, dan Riana Dwi Kurniawati, lulus dari UNY pada periode antara tahun 2019 hingga 2021.

Pernyataan Resmi UNY

Pihak UNY memberikan klarifikasi resmi melalui keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa meskipun keempatnya merupakan alumni, mereka tidak menjabat sebagai dosen, peneliti, atau tenaga kependidikan di universitas tersebut. Sehingga, tindakan yang mereka lakukan di luar lingkup akademik UNY.

“Benar mereka adalah alumni UNY yang lulus pada 2019-2021,” ungkap UNY. Keputusan ini menjadi penting untuk menegaskan bahwa aktivitas akademis yang dilakukan oleh keempat orang tersebut tidak ada hubungannya dengan institusi.

Individu di Luar Kewenangan UNY

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, menjelaskan lebih lanjut bahwa tindakan para alumni tersebut merupakan murni akting individu. “Tindakan mereka tidak ada kaitannya dengan UNY karena mereka bukan dosen atau tenaga kependidikan,” tegasnya.

UNY juga menyoroti mengenai afiliasi penelitian yang tertera dalam karya para alumni tersebut. Mereka diketahui menggunakan nama “Department of Liver Transplant Surgery, Computational Biology and Medicine Laboratory, Yogyakarta State University.” Namun, UNY menegaskan bahwa departemen tersebut tidak terdaftar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam maupun Fakultas Kedokteran di kampus tersebut.

Kegiatan Koordinasi dengan Kemdiktisaintek

Menanggapi permasalahan ini, UNY kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai kebenaran fakta yang terjadi. Koordinasi ini diharapkan dapat mengungkap lebih mendalam tentang dugaan yang telah mencoreng nama baik akademik di Indonesia.

“Organisasi penelitian yang digunakan dalam kasus ini sama sekali tidak ada di UNY,” kata pernyataan resmi dari pihak universitas. Kegiatan investigasi bersama Kemdiktisaintek diharapkan dapat memberikan kejelasan serta gambaran yang lebih netral tentang situasi yang sedang terjadi.

Kasus ini menyoroti isu yang lebih luas mengenai integritas dalam penelitian akademis serta pentingnya kontrol dan pengawasan dalam publikasi ilmiah. UNY berharap, tindakan tegas dapat dilakukan untuk mempertahankan reputasi baik institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button