Nihayatul Wafiroh: Kepala BGN Harus Lebih Dari Sekadar Jago Komunikasi!

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak cukup diterima oleh seseorang yang hanya memiliki keahlian dalam komunikasi publik. Menurutnya, pemimpin BGN harus memiliki kemampuan untuk menangani berbagai persoalan kompleks yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Harus Mengatasi Tantangan Kompleks
Nihayatul menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi BGN sangat luas, meliputi pelaksanaan program berskala nasional dengan anggaran yang signifikan. Ia menilai bahwa pembahasan mengenai masalah di dalam BGN tidak bisa direduksi hanya pada aspek komunikasi. “Setiap urusan di BGN harus dianggap sebagai hal yang krusial dan harus ditangani secara profesional,” ungkapnya.
Hasil evaluasi atas pelaksanaan Program MBG juga menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius. Nihayatul menilai bahwa perhatian besar dari Presiden Prabowo Subianto terhadap program tersebut sangat wajar mengingat skalanya yang besar. “Ini program baru dengan anggaran luar biasa, jadi sangat penting bagi Presiden untuk memberikan fokus yang tinggi,” tambahnya.
Pemilihan Pimpinan Baru BGN
Sebelumnya, pada tanggal 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto merombak kepemimpinan BGN dengan menunjuk Naniek Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Keputusan tersebut diambil di tengah evaluasi pelaksanaan Program MBG yang berjalan di berbagai daerah di Indonesia. “Saudari Nanik Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru,” jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara.
Naniek, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN yang bertanggung jawab di bidang komunikasi publik dan investigasi sejak September 2025, berpengalaman dalam berbagai posisi di lingkungan media. Karir profesionalnya dimulai sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, dan ia juga memiliki pengalaman manajerial di berbagai perusahaan media nasional.
Dampak dari Kebijakan Baru
Nihayatul Wafiroh berharap bahwa kepemimpinan baru di tubuh BGN mampu mengatasi berbagai tantangan teknis yang ada dalam pelaksanaan program di lapangan. Dia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada komunikasi, melainkan juga pada tata kelola dan pengawasan yang efektif.
Dengan adanya perubahan ini, diharapkan BGN dapat memperkuat strategi dalam mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis. Hal ini menjadi semakin penting mengingat program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Nihayatul menekankan bahwa kepala BGN harus memiliki kemampuan untuk “mengatasi seluruh persoalan yang ada dan tidak hanya fokus pada komunikasi.” Dia menambahkan, evaluasi pelaksanaan Program MBG harus dilakukan secara berkelanjutan agar program ini benar-benar dapat memberikan dampak yang diharapkan bagi masyarakat.
Hasil dari pertemuan dengan pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk peningkatan kualitas program. Melalui kepemimpinan baru dan kebijakan yang tepat, BGN diharapkan akan mencapai tujuan utamanya dalam menyediakan gizi yang cukup bagi masyarakat Indonesia.



