Nasional

Gus Ipul Gelar Open House Sekolah Rakyat, Tunjukkan Kemajuan Jelang Satu Tahun Beroperasi!

Jakarta, Maret.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengadakan acara open house di Sekolah Rakyat menjelang perayaan satu tahun penyelenggaraan sekolah tersebut yang dijadwalkan pada Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan proses pembelajaran yang berlangsung di Sekolah Rakyat kepada masyarakat.

Acara open house tersebut diadakan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor. Sebelumnya, pada bulan Mei 2026, pengurus nasional Karang Taruna telah melakukan kunjungan serupa ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Kunjungan kali ini dihadiri oleh calon siswa beserta orang tua mereka, yang sangat antusias untuk menyaksikan kegiatan di sekolah.

Pembelajaran Interaktif dan Menarik

Gus Ipul dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan silaturahmi tersebut. “Hari ini kita diberi kesempatan untuk bersilaturahmi, bertemu dengan Bapak Ibu sekalian dalam rangka kegiatan Open House Sekolah Rakyat menjelang satu tahun dimulainya penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada Juli tahun lalu,” terangnya saat dialog dengan calon siswa di SRMP 10 Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.

Acara dibuka dengan penampilan yel-yel dari siswa, pidato dalam empat bahasa asing, dan penampilan paduan suara serta tarian tradisional. Para tamu juga diundang untuk melakukan diskusi langsung dengan Gus Ipul, memberikan kesempatan bagi calon siswa dan orang tua untuk bertanya seputar program pendidikan yang ditawarkan.

Memperkuat Kepercayaan Diri Siswa

Kegiatan open house tersebut dipandu oleh Misfan Nazriel Faturrahman, seorang siswa dari SRMA 13 Bekasi. Ia memperlihatkan kemampuan bahasa Inggris yang baik, yang mencerminkan pertumbuhan kepercayaan diri selama hampir satu tahun di Sekolah Rakyat. “Alhamdulillah di Sekolah Rakyat saya mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang sangat baik. Mendukung saya secara akademik dan juga membuat cita-cita saya jadi lebih jelas,” ungkap Misfan.

Acara ini juga dihadiri oleh calon siswa Muhammad Revaldi, seorang remaja berusia 17 tahun yang menghadapi tantangan ekonomi. Ibunya adalah penyandang disabilitas daksa dan ayah angkatnya bekerja sebagai ojek dengan penghasilan tidak menentu. Revaldi terpaksa putus sekolah saat kelas 2 SD karena kesulitan ekonomi.

Komitmen Terhadap Pendidikan Inklusif

Kegiatan open house ini tidak hanya menunjukkan dedikasi kementerian dalam memperkenalkan pendidikan yang inklusif, tetapi juga menawarkan wadah bagi anak-anak dari latar belakang yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sebanyak 93 Sekolah Rakyat lainnya telah ditetapkan untuk menyambut tahun ajaran baru 2026-2027, menegaskan komitmen Pemerintah untuk menghapuskan hambatan terhadap pendidikan bagi semua anak.

Dengan penekanan pada pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, harapan besar tergantung pada Sekolah Rakyat untuk menjadi solusi bagi masalah pendidikan yang dihadapi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit. Acara ini diakhiri dengan harapan tokoh-tokoh masyarakat bahwa pendidikan harus menjadi hak bagi semua anak, tanpa kecuali.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button