Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Harus Objektif dan Transparan!

Jakarta, Maret.id — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 dilakukan secara objektif, berdasarkan data serta indikator kinerja yang dapat diukur. Hal ini diungkapkan dalam acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar di Hotel Marriott, Yogyakarta, pada Kamis malam, 4 Juni 2026.
Penilaian Objektif Berdasarkan Data Terukur
Penilaian Pemda Berprestasi mencakup beragam aspek penting, seperti penanggulangan kemiskinan, pengurangan stunting, keuangan kreatif, pengendalian inflasi daerah, serta pengurangan tingkat pengangguran. Mendagri menekankan pentingnya kredibilitas dalam proses penilaian ini.
“Tim yang menilai benar-benar saya awasi. Ini adalah kredibilitas Kemendagri yang harus kita jaga. Jika penilaian ini dimanipulasi, kita akan kehilangan marwah,” ungkapnya kepada awak media. Penilaian dilakukan dengan menggunakan data kuantitatif yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber Data Dan Metode Penilaian
Data yang menjadi dasar penilaian berasal dari indikator-indikator yang selama ini menjadi fokus perhatian pemerintah. Indikator tersebut mencakup tingkat kemiskinan, pengangguran, stunting, dan inflasi. Lebih dari itu, perkembangan data inflasi terus dipantau dan diperbarui setiap minggunya, untuk memastikan akurasi dan relevansi informasi yang digunakan.
Kementerian Dalam Negeri membagi pelaksanaan Apresiasi Pemda ke dalam enam regional. Hal ini dilakukan agar kompetisi berlangsung lebih proporsional dan memberikan kesempatan yang setara bagi daerah untuk berkompetisi sesuai karakteristik serta kapasitas masing-masing. Dengan cara tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kinerja daerah dalam mencapai tujuan pembangunan.
Agenda Strategis Mendagri di Yogyakarta
Selain menghadiri acara Apresiasi Pemda Berprestasi, Mendagri juga mengikuti sejumlah agenda strategis di Yogyakarta. Kegiatan-kegiatan tersebut berhubungan dengan program perumahan rakyat dan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Jawa-Bali.
Menurutnya, berbagai agenda tersebut saling berkaitan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas nasional. “Masalah perumahan ini berkaitan langsung dengan kemiskinan dan pengangguran,” tambah Mendagri. Ia percaya bahwa program-program ini memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat untuk mengatasi tantangan yang ada. Melalui kolaborasi yang baik, ia yakin bahwa berbagai masalah yang dihadapi masyarakat bisa teratasi dengan lebih efektif.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kabupaten dan kota dapat bersaing lebih sehat dan produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi Pemda Berprestasi diharapkan menjadi momen yang memotivasi daerah untuk terus berinovasi dalam pembangunan.





