Nasional

Tragedi hantavirus di MV Hondius menewaskan kru, sementara pejabat minta optimalkan menu telur

Magetan, Maret.id — Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur untuk memperbanyak penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai upaya menyerap produksi telur peternak lokal setelah terjadinya penurunan harga telur yang memicu aksi protes oleh peternak ayam petelur di Magetan.

Kenaikan frekuensi menu telur dalam MBG

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan instruksi tersebut telah disampaikan untuk meningkatkan pemakaian telur pada menu MBG hingga tiga kali seminggu. Sebelumnya, menu berbahan telur dioperasikan dua kali per minggu. Menurut Nanik, kebijakan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat tetapi juga untuk meningkatkan penyerapan telur dari peternak lokal sehingga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Pernyataan itu disampaikan Nanik di Jakarta pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah koordinasi dengan Satuan Tugas MBG Kabupaten Magetan.

Aksi peternak dan kondisi harga telur

Aksi protes oleh peternak ayam petelur di Magetan berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam. Para peternak membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis sebagai simbol protes terhadap anjloknya harga telur di tingkat kandang. Saat ini, harga telur di tingkat kandang dilaporkan berkisar antara Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Peternak menyampaikan tekanan yang mereka alami akibat tingginya biaya produksi dan lemahnya harga jual.

Nanik menambahkan bahwa selama ini SPPG di Kabupaten Magetan telah mengutamakan pasokan telur dari peternak lokal dan tidak mengambil suplai dari luar daerah. Penggunaan pasokan lokal tersebut dinilai dapat turut membantu perputaran ekonomi masyarakat setempat sekaligus memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha peternakan. BGN menyatakan akan terus memantau implementasi peningkatan pemakaian telur dalam program MBG untuk memastikan tujuan penyerapan produksi lokal dan stabilisasi harga tercapai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button