Nasional

Hentikan Ketergantungan Impor! Kementan Dorong Hilirisasi Susu Nasional Untuk Hemat Rp25 Triliun per Tahun!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia secara aktif mengajak semua pihak untuk mempercepat pembangunan industri susu lokal dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Saat ini, produksi susu segar dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional.

Mencegah Ketergantungan Impor

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengungkapkan kondisi yang mengkhawatirkan tentang ketergantungan Indonesia pada susu impor. Setiap tahunnya, Indonesia mengimpor sekitar 3,7 juta ton setara susu segar dengan nilai mencapai Rp25 triliun. Hal ini menandakan perlunya langkah-langkah nyata untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri.

“Produksi susu dalam negeri hanya mencapai satu juta ton, yang berarti 80 persen dari kebutuhan nasional masih bergantung pada impor,” kata Agung saat peringatan Hari Susu Nusantara 2026 yang berlangsung di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Dia menambahkan bahwa tingkat konsumsi susu yang masih rendah di masyarakat, yaitu sekitar 17,76 liter per kapita per tahun, perlu ditingkatkan agar bisa sebanding dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Rencana Peningkatan Produksi

Pemerintah sedang menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi susu di dalam negeri. Salah satu inisiatif yang tengah ditangani adalah finalisasi Peraturan Presiden yang ditujukan untuk mempercepat peningkatan produksi susu. Selain itu, Kementan juga mendorong investasi swasta untuk pengembangan populasi sapi perah dan peternakan terintegrasi di luar Pulau Jawa.

“Kami ingin susu segar dalam negeri memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas. Ini merupakan bagian penting dalam pemenuhan gizi masyarakat,” tegas Agung. Upaya ini diharapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk menciptakan industri yang berkelanjutan.

Edukasi Konsumsi Susu Sejak Dini

Perayaan Hari Susu Nusantara kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukasi. Banyak keluarga yang mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan, termasuk anak-anak yang berpartisipasi dalam lomba mewarnai dengan tema peternakan dan susu. Kegiatan ini menarik perhatian publik dan menunjukkan betapa pentingnya mengenalkan pentingnya konsumsi susu kepada generasi muda.

Macha, seorang pendamping dari SD Al-Kahfi Jakarta Timur, berbagi pandangannya. Dia menyatakan bahwa acara ini sangat berharga untuk edukasi anak-anak tentang pentingnya susu sebagai unsur nutrisi. “Kami terlibat dalam kegiatan ini untuk menunjukkan pada anak-anak bahwa susu penting untuk pertumbuhan dan kesehatan,” ungkapnya.

Meski banyak anak yang masih kesulitan untuk mendapatkan sarapan yang sehat, kegiatan seperti ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran akan pentingnya nutrisi yang baik.

Perayaan Hari Susu Nusantara ditetapkan setiap 1 Juni untuk memperingati World Milk Day dengan tema tahun ini, “Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat”. Melalui inisiatif ini, Kementerian Pertanian berharap dapat memajukan industri susu nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button