Kepala BPOM: Potensi Ekonomi Jamu Bisa Capai Rp350 Triliun Setahun!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa potensi ekonomi jamu di Indonesia dapat mencapai Rp350 triliun per tahun. Pernyataan ini disampaikan saat acara puncak Pekan Hari Jamu Nasional yang diadakan di Jakarta, di mana ia menekankan pentingnya pengelolaan yang baik untuk merealisasikan potensi tersebut.
Pentingnya Generasi Muda dalam Pengembangan Jamu
Taruna mengajak generasi muda, khususnya milenial dan generasi alfa, untuk berperan aktif dalam mengembangkan kekayaan budaya Indonesia ini. Ia menekankan bahwa jamu bukan hanya sekadar minuman tradisional, tetapi juga merupakan aset berharga yang layak diolah dan dipromosikan. “Saya selalu katakan ada potensinya Rp350 triliun setiap tahun kalau ini dikelola dengan baik,” ujarnya saat berbincang dengan media.
Acara Pekan Hari Jamu Nasional ini dihadiri oleh sekitar dua ribu peserta yang mengikuti kegiatan fun run dan fun walk. Taruna menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan jamu kepada masyarakat luas dan memperkuat pengakuan jamu sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.
Kekayaan Hayati Indonesia dan Jamu
Menurut Taruna, Indonesia memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan yang menjadi kekayaan hayati nasional. Di samping itu, terdapat sekitar 22 ribu nomor izin edar yang berkaitan dengan obat asli Indonesia. “Jumlah ini mencerminkan besarnya kekayaan yang dimiliki Indonesia. Kita berharap jumlah produk obat asli Indonesia terus meningkat pada masa mendatang,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jamu dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat. Kombinasi antara olahraga dan konsumsi jamu diyakini mampu berkontribusi besar terhadap kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Pentingnya Edukasi dan Inovasi dalam Jamu
Taruna juga menegaskan pentingnya edukasi yang baik mengenai manfaat jamu sejak dini. Ia berpendapat bahwa masyarakat tidak boleh melupakan warisan budaya yang telah ada sejak lama. Ia berharap jamu bisa lebih dikenal dan dimanfaatkan oleh semua kalangan.
“Jamu adalah warisan yang sangat berharga bagi umat manusia. Potensinya sangat besar bagi kesehatan kita,” jelas Taruna. Ia juga mengingatkan agar jamu tidak dipandang sebagai produk kuno, melainkan harus dipilah dengan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jony Yuwono juga menambahkan bahwa seluruh pihak harus turut serta dalam melestarikan jamu. Ia menyebut peran para penjual jamu gendong yang tidak hanya menjajakan minuman, tetapi juga menjaga identitas budaya bangsa.
Jony mendorong agar jamu bisa dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti saset, tablet, atau kosmetik, agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. “Kami berharap jamu dapat dikenal hingga ke berbagai daerah dan di seluruh dunia,” tutup Jony dengan optimisme.
Dengan berbagai langkah yang diambil untuk mempromosikan dan mengembangkan jamu, harapan untuk menjadikan jamu sebagai produk kesehatan yang terus berkembang di harapkan dapat terwujud.



