600 Peserta Berebut 50 Kuota Beasiswa Kerajaan Maroko, Pengumuman CBT 9 Juni 2026 Segera Hadir!

Jakarta, Maret.id — Pada hari Senin, 8 Juni 2026, sebanyak 600 peserta mengikuti Computer Based Test (CBT) dalam Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2026. Para calon peserta ini bersaing untuk mendapatkan 50 kuota beasiswa, yang terdiri dari 30 beasiswa untuk program Sarjana (S1), 10 untuk program Magister (S2), dan 10 lagi untuk program Doktor (S3).
Tujuan Seleksi Beasiswa Maroko
Seleksi ini merupakan langkah awal untuk menjaring calon mahasiswa unggulan yang akan diusulkan untuk mendapatkan beasiswa dari Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI), melalui Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Indonesia. Hasil dari CBT ini dijadwalkan akan diumumkan pada 9 Juni 2026.
Pelaksanaan CBT dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama secara daring di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, pada hari Minggu (7/6/2026). Seleksi ini juga dilaksanakan secara serentak melalui jaringan Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Pendidikan Internasional untuk Generasi Muda
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menekankan bahwa program beasiswa Maroko ini adalah jalur strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi internasional bagi generasi muda. Program ini diharapkan dapat menjangkau lulusan madrasah, pendidikan diniyah formal, satuan pendidikan muadalah, serta SMA dan SMK sederajat.
“Beasiswa Kerajaan Maroko bukan hanya sekadar kesempatan melanjutkan studi di luar negeri, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kader intelektual Muslim Indonesia yang memiliki kompetensi akademik, penguasaan bahasa Arab, dan wawasan keislaman yang moderat serta berdaya saing global,” ungkap Amien Suyitno.
Proses Seleksi yang Ketat
Proses seleksi yang dilakukan secara ketat melalui CBT dan wawancara bertujuan untuk memastikan bahwa peserta yang diusulkan memiliki kapasitas akademik yang baik serta kesiapan untuk menjalani pendidikan tinggi di Maroko. Tahun ini, AMCI menyediakan kuota sebanyak 50 beasiswa melalui Kementerian Agama.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, menjelaskan bahwa seleksi dirancang transparan dan objektif untuk menghasilkan kandidat terbaik dari seluruh Indonesia. CBT menjadi alat awal yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Arab peserta, yang merupakan salah satu syarat penting untuk bisa kuliah di perguruan tinggi di Maroko.
“Seleksi ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kualitas mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Timur Tengah. Kemampuan bahasa Arab adalah aspek fundamental yang akan menentukan keberhasilan mereka dalam mengikuti proses akademik di kampus tujuan,” tambah Sahiron.
Dengan adanya program beasiswa ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga memiliki wawasan internasional yang dapat berkontribusi positif bagi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di dunia global. Seleksi ini juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam memfasilitasi akses pendidikan yang berkualitas bagi semua kalangan, terutama generasi muda yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan.





