Latar Belakang dan Kompetensi di Bidang Gizi Dipertanyakan, Nanik S Deyang Panggil Ahli Gizi untuk Perbaikan!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengumumkan bahwa pihaknya akan menanggapi keraguan masyarakat mengenai susunan pimpinan BGN yang dinilai tidak memiliki latar belakang sebagai ahli gizi. Dalam acara pers yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, Nanik memastikan akan melantik tujuh anggota Dewan Pengarah yang terdiri dari para ahli gizi dan dokter anak guna memberikan panduan dan arahan bagi pimpinan BGN dalam menjalankan program-programnya.
Komposisi Dewan Pengarah BGN
Nanik menjelaskan bahwa struktur organisasi BGN sebenarnya sudah memiliki Dewan Pengarah sejak awal berdirinya. Dewan Pengarah ini diharapkan dapat membimbing pimpinan BGN, termasuk Nanik sendiri, untuk lebih memahami dan melaksanakan program Masyarakat Berbasis Gizi (MBG). “Kami akan isi dengan para profesor ahli gizi dan juga profesor dokter anak,” tambahnya.
Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa dari tujuh orang yang akan mengisi Dewan Pengarah, lima di antaranya kemungkinan adalah pakar-pakar gizi. Dengan adanya dukungan dari para ahli, Nanik berharap kepercayaan publik terhadap BGN dapat meningkat, terutama dalam upaya mengatasi masalah gizi di Indonesia.
Pimpinan Baru BGN Dilantik oleh Presiden
Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional. Ketiga pimpinan tersebut terdiri dari Nanik S. Deyang sebagai kepala BGN, dan dua wakil, yakni Agustina Arumsari serta Mayjen Trenggono. Namun, hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, mengingat latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja mereka yang tidak berkaitan langsung dengan bidang gizi.
Nanik sendiri memiliki karir panjang di dunia jurnalistik sebelum bergabung dalam pemerintahan. Sementara itu, Agustina Arumsari memiliki latar belakang di bidang keuangan, menyelesaikan pendidikan D3 dan D4 di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Di sisi lain, Mayjen Trenggono merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Kekhawatiran Masyarakat dan Rencana Tindak Lanjut
Publik mengekspresikan kekhawatiran bahwa pimpinan yang tidak memiliki keterampilan dan pendidikan khusus dalam gizi dapat menghambat efektivitas program yang diusung oleh BGN. Nanik menyadari keraguan tersebut dan berkomitmen untuk melibatkan lebih banyak ahli dari berbagai bidang gizi dan kesehatan, sehingga keputusan yang diambil oleh lembaganya dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan pelantikan Dewan Pengarah yang dipenuhi dengan pakar gizi, Nanik berharap dapat membentuk struktur yang lebih solid dan kredibel di Badan Gizi Nasional. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu untuk mengatasi masalah gizi yang kompleks dan beragam di Indonesia.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan BGN dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, demi kesehatan yang lebih baik di masa yang akan datang.





