Nasional

Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo, Janji Perjuangkan Upah Layak dan Hunian untuk Buruh!

Jakarta, Maret.id — Penasihat Khusus Presiden Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Istana pada Senin, 8 Juni 2026, Iqbal menekankan pentingnya memanfaatkan kekayaan alam Indonesia demi kemakmuran rakyat sesuai dengan semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Komitmen untuk Buruh

Said Iqbal menjelaskan bahwa buruh merupakan bagian integral dari masyarakat Indonesia. Ia menyoroti perlunya pertumbuhan ekonomi yang merata, dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai 8%.

Namun, Ia mengingatkan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dan bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. “Pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata dan kesetaraan kesempatan. Setiap orang harus punya kesempatan yang sama,” tegasnya.

Perspektif Kesejahteraan

Iqbal menyampaikan harapannya bahwa masyarakat yang kaya tidak seharusnya memiskinkan yang lain. Ia menggunakan istilah sederhana untuk menjelaskan hal ini, “Kau boleh kaya, tapi jangan memiskinkan kami. Kau boleh punya rumah mewah, tapi rakyat buruh setidaknya punya rumah tipe 21 atau tipe 36.”

Lebih lanjut, Said Iqbal menekankan pentingnya akses transportasi publik yang layak bagi buruh. Ia menegaskan bahwa prinsip pemerataan kesejahteraan ini akan menjadi fokus dalam memberikan masukan dan analisis kebijakan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pentingnya Upah Layak

Presiden Partai Buruh ini juga memastikan bahwa upah pekerja di Indonesia harus mencukupi kebutuhan hidup yang layak. Upah yang layak diharapkan dapat memberi ruang bagi buruh untuk menabung dan memiliki rumah.

“Upah yang layak harus dapat memastikan buruh bisa menabung. Jika upahnya layak, maka daya beli mereka akan meningkat,” ungkap Said Iqbal. Hal ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperbaiki standar kehidupan buruh di tanah air.

Dengan langkah-langkah ini, Said Iqbal bertekad membangun dialog konstruktif mengenai tantangan dan isu ketenagakerjaan di Indonesia. Ia berharap melalui kolaborasi, langkah-langkah positif dapat diambil untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button