BPOM GELAR JAMU FESTIVAL 2026! DORONG MASYARAKAT TETAPKAN GAYA HIDUP SEHAT!

Jakarta, Maret.id — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar ‘Jamu Festival 2026’ sebagai puncak peringatan Hari Jamu Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan budaya hidup sehat melalui olahraga dan konsumsi jamu sebagai warisan budaya Indonesia.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Kesehatan
Festival ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara BPOM dan Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), serta menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Berbagai aktivitas interaktif dan inspiratif dirancang untuk mengangkat budaya sehat berbasis jamu, seperti Ginger Run 5K, Fresh Walk 3K, dan senam sehat bersama.
Banyak kegiatan yang memeriahkan festival, termasuk parade jamu gendong, estafet permainan Nusantara, dan talkshow yang spesial untuk Hari Jamu. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar dua ribu peserta dari berbagai kalangan, dengan berbagai lomba menarik yang diadakan selama festival.
Partisipasi Pelaku Jamu Gendong
Sebanyak 130 pelaku jamu gendong turut berperan aktif dalam festival ini dengan menyediakan ragam minuman tradisional yang khas. Jamu beras kencur, kunyit asam, dan jahe menjadi sajian favorit di antara para pengunjung.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jamu Nasional bukan hanya sebagai ajang promosi warisan budaya Indonesia. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga dan mengonsumsi bahan-bahan alami yang terkandung dalam jamu.
Pengakuan Internasional dan Inovasi di Era Digital
Taruna menyoroti bahwa pengakuan internasional terhadap jamu semakin menguat, terutama setelah UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya tak benda. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga semakin membuka ruang bagi pengembangan pengobatan tradisional yang berbasis pada bukti ilmiah.
Dilaporkannya, Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dengan sekitar 31 ribu jenis tanaman, di mana ribuan di antaranya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan produk kesehatan. Saat ini, terdapat sekitar 22 ribu nomor izin edar terkait obat asli Indonesia.
BPOM berharap bahwa jumlah izin tersebut akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam, sehingga jamu dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat.
“Ini merupakan kekayaan yang luar biasa. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang menggemari jamu karena ini adalah warisan kita,” ujarnya.
Taruna juga menekankan pentingnya mengenalkan jamu kepada generasi muda melalui inovasi yang menarik. Ia menilai UMKM dan penjual jamu gendong memiliki peluang besar untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital dan platform daring, sehingga produk jamu bisa lebih dikenal di tingkat yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan para pelakunya.
Dengan demikian, ‘Jamu Festival 2026’ tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebuah langkah strategis dalam membangkitkan semangat masyarakat untuk hidup sehat melalui pendekatan yang berbasis pada nilai-nilai lokal dan warisan budaya.



