Prabowo Desak Jokowi Atasi Kritik Perjalanan Internasional yang Dialamatkan kepada Keduanya!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan pandangannya terkait kritikan elit yang menyasar kunjungan luar negeri para pejabat negara. Dalam sebuah acara dengan Ketua dan anggota Munas HIPMI, Prabowo menegaskan pentingnya hubungan internasional untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia di pentas global.
Kritik terhadap Kunjungan Luar Negeri
Prabowo menilai bahwa elit tertentu sering mencari kesalahan dalam tindakan pemerintah, khususnya terkait perjalanan dinas ke luar negeri. Dia mencontohkan Presiden Joko Widodo yang jarang bepergian ke luar negeri dan dihadapkan pada kritik serupa. “Saya sering ke luar negeri, dan ini bukan sebuah masalah,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa kehadirannya di forum internasional adalah langkah strategis untuk melindungi kepentingan nasional. “Saat situasi geopolitik semakin kompleks, kita perlu memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” tambahnya.
Politik Luar Negeri Non-Blok
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia mengambil jalan tengah dalam politik luar negeri, yang menjadi warisan pendiri bangsa. “Politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned. Kita bersahabat dengan semua negara dan tidak terlibat dalam pakta militer,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa dengan posisi strategis Indonesia, negara ini tidak bisa mengabaikan undangan dari berbagai pemimpin negara besar. Hal ini penting untuk menjaga hubungan yang saling menguntungkan.
Menjaga Keseimbangan Diplomasi
Dalam paparannya, Prabowo menekankan bahwa tidak ada pilihan bagi Indonesia selain menjaga keseimbangan dalam hubungan diplomatik. Dia merujuk pada undangan dari pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China. “Kita tidak bisa mengabaikan undangan tersebut,” katanya tegas.
Prabowo menambahkan bahwa saat Indonesia diundang oleh beberapa pemimpin negara besar, penting bagi presiden untuk hadir. “Jika saya diundang oleh Presiden AS dan tidak hadir, itu akan menjadi masalah. Begitu juga dengan kunjungan ke Moskow dan Beijing,” jelasnya.
Kesimpulannya, Prabowo Subianto kokoh dalam pendiriannya bahwa perjalanan luar negeri yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Melalui diplomasi yang aktif, Indonesia berupaya memainkan peran yang lebih signifikan di kancah global tanpa terjebak dalam politik kekuatan.





