Pemerintah Rampungkan 12.232 Gerai KDKMP, Percepat Penguatan Ekonomi Desa!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa dan meningkatkan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengungkapkan dalam konferensi pers pada Rabu (10/6) bahwa hingga tanggal 8 Juni 2026, sebanyak 12.232 gerai KDKMP telah selesai dibangun secara fisik dan kini memasuki tahap persiapan untuk operasional.
Pencapaian Pembangunan KDKMP
Menurut Qodari, dari total gerai yang telah dibangun, sebanyak 1.061 unit KDKMP telah beroperasi di dua provinsi, yaitu Jawa Timur dengan 530 unit dan Jawa Tengah dengan 531 unit. Semua gerai tersebut diresmikan secara simbolis oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Desa Nglawak, Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei lalu.
Qodari menambahkan bahwa pembangunan KDKMP menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sebagai pelaksana pembangunan, terdapat 23.010 titik KDKMP yang sedang dalam proses pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Target dan Strategi Keberlanjutan
Pemerintah menargetkan pengembangan total 80.000 unit KDKMP hingga tahun 2029. Saat ini, sekitar 70.000 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan atau pemetaan lahan. Menurut informasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara, sebanyak 20.000 titik KDKMP diharapkan dapat diresmikan pada bulan Agustus 2026.
“KDKMP dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu produksi, distribusi, dan layanan masyarakat,” jelas Qodari.
Fungsi Utama KDKMP
Dari sisi produksi, KDKMP berperan sebagai offtaker hasil pertanian, memberikan kepastian pasar bagi petani agar tidak lagi tergantung pada tengkulak. Sementara itu, dalam fungsi distribusi, KDKMP berperan sebagai pusat logistik desa, menyalurkan barang baik bersubsidi maupun non-subsidi hingga ke daerah pelosok dengan dukungan dari PT Pos Indonesia (Persero).
“Pada sisi layanan, KDKMP berfungsi sebagai titik penyaluran bantuan sosial, pusat distribusi keuangan bersubsidi, serta wadah pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa,” tutup Qodari.
Dengan adanya proyek KDKMP ini, diharapkan perekonomian desa dapat tumbuh dan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pembangunan yang masif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.





