Nasional

Jemaah Haji Lewati Imigrasi Soetta dalam 5 Detik Berkat Inovasi Corridor Gate!

Jakarta, Maret.id — Inovasi baru dalam sistem pemeriksaan keimigrasian di Bandara Soekarno-Hatta, yaitu Corridor Gate, menunjukkan hasil yang memuaskan dalam mempercepat proses kedatangan jemaah haji. Berdasarkan laporan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, tingkat keberhasilan sistem ini mencapai 90 persen selama sepuluh hari pertama masa debarkasi.

Keberhasilan Corridor Gate

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menyatakan bahwa sistem Corridor Gate terbukti efektif dan efisien. “Tingkat keberhasilan penggunaan Corridor Gate saat ini mencapai sekitar 90 persen,” ujar Galih pada Kamis, 11 Juni 2026.

Namun, masih terdapat 10 persen jemaah yang harus menjalani pemeriksaan manual di counter imigrasi karena kendala teknis saat proses pengambilan data biometrik. Galih menekankan pentingnya teknologi dalam meningkatkan pelayanan publik, meski ia menyadari bahwa penyempurnaan sistem pasti diperlukan dari waktu ke waktu.

Penanganan Kendala

Untuk menangani jemaah yang tidak berhasil melalui sistem otomatis, pihak Imigrasi telah menyediakan konter manual. “Kami langsung arahkan ke konter manual yang berada di dekat Corridor Gate agar tidak mengganggu antrean jemaah lainnya,” tambah Galih. Ini adalah langkah untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran bagi jemaah haji yang baru tiba setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Galih juga menjelaskan bahwa kehadiran teknologi seperti Corridor Gate adalah upaya untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada jemaah. “Negara harus selalu hadir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan,” tegasnya.

Efisiensi Proses Keimigrasian

Dengan menggunakan teknologi seamless, jemaah haji tidak perlu lagi mengeluarkan paspor saat menjalani pemeriksaan imigrasi. Mereka hanya cukup berjalan melewati koridor yang dilengkapi dengan kamera pengenal wajah. “Setelah menempuh penerbangan sekitar sembilan jam, kami tidak ingin jemaah haji menghabiskan waktu terlalu lama untuk proses pemeriksaan keimigrasian,” ujar Galih.

Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu yang sering kali dialami oleh jemaah haji dan meningkatkan efisiensi proses imigrasi. Pada akhirnya, upaya ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi jemaah haji saat kembali ke Tanah Air.

Dengan teknologi yang terus berkembang, masa depan pelayanan keimigrasian di Indonesia diharapkan akan semakin baik, menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan efektif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button