Nasional

Dahlan Iskan Desak Uji Coba Integrasi MBG dan Kopdes di Semua Kabupaten!

Jakarta, Maret.id — Founder Disway Group, Dahlan Iskan, mengusulkan kepada para kepala daerah untuk mengaitkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Koperasi Desa Merah Putih. Usulan ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi desa setempat dan menggerakkan ekonomi dari tingkat bawah.

Inisiatif untuk Mendorong Ekonomi Desa

Dahlan mengungkapkan bahwa pelaksanaan MBG yang terintegrasi dengan koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ia menyarankan agar kepala daerah yang ingin berinovasi dapat memulai uji coba di kabupaten atau kota mereka, meski tanpa harus menunggu kesiapan penuh seluruh wilayah.

“Sebetulnya, saatnya sekarang ada bupati atau wali kota yang mempunyai inisiatif mengaitkan MBG dengan koperasi daerah itu, meskipun koperasinya belum ada,” kata Dahlan saat acara Disway Top Regional Leader Awards 2026 di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Menurutnya, keberadaan koperasi, meski dalam skala kecil, dapat menjadi contoh perputaran ekonomi yang saling terkait dalam pelaksanaan program ini.

Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

Dahlan menekankan pentingnya penggunaan bahan baku lokal dari desa untuk mendukung ketersediaan menu bergizi. “Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, kita tidak hanya memberikan makanan bergizi tetapi juga mendorong roda ekonomi desa,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa ketersediaan bahan baku yang berasal dari desa setempat akan menciptakan dampak ekonomi yang lebih positif.

Dengan harapan ini, Dahlan mengajak para kepala daerah untuk berpikir kreatif dalam penerapan MBG. “Kalau koperasinya belum ada, kita perlu mencari cara agar semua material yang diperlukan untuk MBG berasal dari desa setempat atau desa sekitar,” tambahnya.

Harapan untuk Model Uji Coba

Dihadapan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, Dahlan berharap usulan ini dapat dipertimbangkan untuk diuji coba dalam skala kecil. “Saya ingin agar uji coba ini tidak perlu melibatkan banyak kabupaten. Cukup lima daerah saja sebagai percontohan,” tuturnya.

Dahlan mengemukakan bahwa dengan melakukan uji coba dalam skala kecil, dampak ekonominya dapat segera dikaji. “Ini bisa dijadikan model dan bahan kajian, bahwa pelaksanaan MBG ini benar-benar efektif dalam mendorong ekonomi pedesaan,” jelasnya.

Dahlan menambahkan bahwa kemitraan antara program MBG dan koperasi di desa perlu terus dijajaki. “Kita perlu memastikan bahwa semua kegiatan yang ada dalam MBG dapat mengaitkan sumber daya dari ekonomi pedesaan,” tutupnya. Dengan langkah ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat desa dapat terangkat, serta meningkatkan kualitas gizi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button