DI TENGAH GEJOLAK GLOBAL, PRESIDEN PRABOWO TEGASKAN PILIH JALUR KEMANDIRIAN!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk memilih jalur kemandirian di tengah gejolak dan ketidakpastian global yang semakin meningkat. Dalam sebuah diskusi dengan jurnalis, beliau menyampaikan bahwa pemerintah berfokus pada penguatan ketahanan ekonomi, energi, dan fiskal agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pihak lain untuk pembangunan nasional.
Kondisi Global yang Menantang
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyoroti bahwa saat ini situasi global ditandai oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpengaruh terhadap pasar energi, pangan, dan keuangan. Kondisi ini, menurutnya, justru menjadi momentum untuk mempercepat langkah Indonesia menuju kemandirian nasional. “Masa-masa ketidakpastian menuntut kita untuk berfokus pada kepentingan rakyat dan perekonomian nasional,” ungkapnya.
Guna memastikan perlindungan terhadap rakyat dan perekonomian, berbagai langkah strategis telah diambil oleh pemerintah. Salah satunya adalah pemangkasan anggaran non-esensial yang mencapai lebih dari Rp300 triliun. Di samping itu, pemerintah juga memperkuat digitalisasi dalam perpajakan, memperbaiki tata kelola ekspor, dan melakukan penegakan hukum terhadap penyelundupan barang.
Pembangunan Sektor Energi yang Berkelanjutan
Dalam sektor energi, pemerintah terus mendorong implementasi program B50. Program ini mewajibkan pencampuran solar dengan bahan bakar nabati, dengan komposisi 50-50, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memperluas penggunaan energi terbarukan. Selain itu, pembangunan kilang baru dilakukan untuk memperkuat cadangan bahan bakar dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor.
Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan, menjadikannya sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di dunia setelah India. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan dari ketidakpastian global, Indonesia mampu menjaga kestabilan ekonominya.
Komitmen Menuju Kemandirian Nasional
Meskipun begitu, Presiden mengakui bahwa transformasi menuju kemandirian nasional tidak akan mudah dicapai. Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen untuk menjalankan agenda tersebut, dengan harapan Indonesia tidak lagi didefinisikan oleh keraguan atau ketergantungan.
“Kita harus memastikan bahwa Indonesia dapat mencapai potensi maksimalnya sebagai negara mandiri yang berdaya saing. Negara ini harus berdiri dengan kekuatan sendiri dan tidak tergantung pada pihak luar,” tegasnya. Dengan langkah-langkah yang terus diambil, Indonesia diharapkan dapat menjadi model bagi negara-negara lain dalam mencapai kemandirian dan kestabilan ekonomi di tengah kondisi global yang tidak menentu.



