BPK Apresiasi Kinerja BULOG, Capaian Pengadaan Gabah dan Beras Dalam Negeri Tembus 77 Persen!

Jakarta, Maret.id — Pimpinan VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Slamet Edy Purnomo, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Perum BULOG, terutama dalam pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang telah mencapai 77 persen dari target nasional. Ini disampaikan dalam kunjungannya ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 11 Juni 2026, bersamaan dengan peninjauan panen raya dan infrastruktur yang dimiliki oleh BULOG.
Kinerja BULOG Dikenal Efektif dan Akuntabel
Dr. Slamet mengungkapkan bahwa pengelolaan keuangan negara oleh BULOG menunjukkan progress yang sangat baik dan akuntabel. Capaian 77 persen dalam pengadaan gabah dan beras ini dinilai sebagai indikator keberhasilan BULOG dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ini merupakan bukti nyata komitmen BULOG dalam melaksanakan amanah pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum BULOG, menyatakan bahwa pencapaian 77 persen ini menunjukkan efektivitas strategi pengadaan yang dijalankan oleh BULOG. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan optimalisasi infrastruktur dalam mencapai target tersebut.
Komitmen Terhadap Kesejahteraan Petani
Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa BULOG akan terus berkomitmen dalam memastikan penyerapan hasil panen petani dengan baik. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik dan akuntabel akan turut mendukung pencapaian program ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Kami akan terus berusaha maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, Dr. Slamet Edy Purnomo juga menegaskan bahwa BPK tetap berkomitmen untuk mendukung program-program strategis yang dijalankan BULOG, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh petani dan masyarakat luas. Hal ini penting untuk mempertahankan stabilitas pangan di tengah tantangan yang dihadapi.
Optimisme dalam Mencapai Target Pengadaan
Dengan capaian yang telah diraih, BULOG menyatakan optimismenya untuk memenuhi target pengadaan gabah dan beras hingga akhir tahun 2026. Kedua pemimpin ini sepakat bahwa kolaborasi dan pemanfaatan sumber daya yang ada secara efisien akan menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan.
Kesuksesan BULOG dalam pengadaan gabah dan beras diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan pangan pemerintah, tetapi juga membangun ketahanan pangan yang lebih kokoh di Indonesia. Menurut Dr. Ahmad, pengakuan dari BPK adalah simbol penting dari akuntabilitas dan transparansi yang mereka terapkan dalam setiap program yang dijalankan.
Sebagai penutup, kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi semua pihak terkait, bahwa pengelolaan yang baik dan kolaborasi antar instansi dapat menciptakan dampak yang signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, BULOG akan terus berusaha memenuhi harapan pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian pangan di Indonesia.





