Nasional

Kemenhub PERCEPAT Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terus mempercepat pembangunan jaringan kereta api nasional. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat konektivitas antar wilayah dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Pembangunan Infrastruktur Transportasi

Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa perkeretaapian adalah fondasi bagi masyarakat modern dan negara maju. Pengembangan jaringan perkeretaapian bertujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat sistem logistik nasional yang berkelanjutan.

Kemenhub mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang kereta api sebanyak 8,8 persen sepanjang periode 2024 hingga 2025. Jumlah pengguna kereta diproyeksikan meningkat dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang di tahun berikutnya.

Jaringan Kereta Api yang Luas

Saat ini, jaringan kereta api aktif di Indonesia telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Jaringan tersebut memainkan peranan penting dalam menghubungkan mobilitas masyarakat di seluruh pelosok tanah air.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar membangun infrastruktur transportasi, tetapi merupakan upaya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Pernyataan ini disampaikannya setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden di Istana Merdeka pada Kamis, 11 Juni 2026.

Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer di masa mendatang. Pengembangan ini akan mencakup jaringan perkotaan yang berfungsi sebagai penopang utama mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Strategi Pengembangan Jaringan

Fokus pengembangan perkeretaapian juga akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah di Indonesia. Di Sumatra, misalnya, pengembangan diarahkan untuk mendukung angkutan barang, sedangkan di wilayah lainnya akan lebih memperkuat distribusi komoditas unggulan daerah.

Beberapa proyek strategis yang sedang didorong termasuk Trans Sumatra, kereta logistik Kalimantan, serta jalur Makassar-Parepare. Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup elektrifikasi jalur, peningkatan kapasitas, dan kereta semi cepat untuk meningkatkan efisiensi transportasi.

Menurut Dudy, penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi. Konektivitas ini meliputi kawasan industri, pertanian, pelabuhan, bandara, dan destinasi pariwisata nasional.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini penting agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tambah Dudy.

Dudy optimis bahwa perkeretaapian akan terus berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik di Indonesia. Dengan jaringan rel yang semakin luas, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat serta daya saing bangsa pun akan semakin kuat di kancah internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button