Nasional

BURT DPR: Wajib Layanan Pascatindakan di Rumah Sakit!

Jakarta, Maret.id — Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Syarif Fasha, menekankan bahwa pelayanan pascatindakan di rumah sakit memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Dalam kunjungan kerjanya ke National Hospital Surabaya pada Jumat, 12 Juni 2026, ia mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas modern dan tenaga medis yang handal, tetapi juga oleh bagaimana pasien diperlakukan setelah menjalani tindakan medis.

Pentingnya Layanan Pascatindakan

Syarif Fasha menjelaskan bahwa salah satu masalah yang sering dihadapi pasien adalah kesulitan dalam berkonsultasi dengan dokter setelah mendapatkan perawatan. Menurutnya, meskipun rumah sakit memiliki dokter-dokter terbaik dan teknologi medis yang canggih, pasien sering kali merasa terabaikan saat ingin menanyakan keluhan atau mendapatkan informasi lebih lanjut setelah tindakan medis selesai. “Biasanya kalau kita sudah ke rumah sakit yang sudah canggih seperti ini, baik sumber daya manusia apalagi ditangani oleh dokter-dokter yang top, pascatindakan itu kita mau konsultasi ke dokter sudah sulit,” kata Syarif.

Respons Pasien yang Lambat

Ia juga mencatat bahwa sering kali komunikator utama pascatindakan, yakni asisten dokter, tidak memberikan respons yang memadai terhadap pertanyaan pasien. Hal ini berpotensi menurunkan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang mereka terima. “Kondisi ini masih ditemukan di sejumlah rumah sakit besar. Padahal, lambatnya respons dapat memengaruhi kepuasan pasien,” jelasnya. Syarif mengingatkan manajemen rumah sakit untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan komunikasi pasien, terutama setelah tindakan medis.

Komitmen Terus Menerus untuk Peningkatan Layanan

Dalam pernyataannya, Syarif menekankan pentingnya manajemen rumah sakit untuk memantau dan mengantisipasi permasalahan tersebut. Ia mengingatkan bahwa hal-hal sederhana, seperti respons yang cepat terhadap pertanyaan pasien, seringkali terabaikan oleh pimpinan manajemen. “Saya mengingatkan National Hospital supaya jangan sampai hal-hal kecil seperti itu terjadi. Kadang-kadang pimpinan tidak mengetahui perilaku staf atau karyawan di bawahnya,” ujarnya.

Syarif juga menekankan bahwa pelayanan rumah sakit harus dijaga sepanjang proses perawatan, dari tindakan medis hingga pendampingan setelah pasien keluar dari rumah sakit. Dengan pendekatan yang lebih holistik, ia yakin manfaat dari fasilitas modern dan tenaga medis profesional dapat lebih optimal dirasakan oleh pasien. Hal ini diyakini akan menjadi langkah krusial dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia secara keseluruhan.

Dalam kunjungan ini, BURT DPR RI berharap agar rumah sakit tidak hanya fokus pada peningkatan fasilitas, tetapi juga memperhatikan aspek layanan kepada pasien yang tidak kalah pentingnya. Diharapkan kebijakan yang sejalan dengan rekomendasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan di dalam negeri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button