POSSI Bali Luncurkan Task Force Konservasi Laut Dewata!

Jakarta, Maret.id — Peringatan Hari Laut Sedunia 2026 di Bali menjadi momentum kolaborasi lintas sektor. Dalam forum yang diselenggarakan dengan tajuk “Beyond The Ocean 2026” ini, tema yang diangkat adalah “One Ocean One Future”.
Peluncuran Inisiatif Task Force Jaladhipa Dewata
Forum tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk pemerintah, TNI-Polri, akademisi, hingga komunitas lingkungan yang peduli terhadap kelestarian laut. Dalam kesempatan itu, Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Bali meluncurkan inisiatif strategis baru, yaitu Task Force Jaladhipa Dewata.
Ketua POSSI Bali, Letkol Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, menyatakan bahwa tugas dari task force ini adalah untuk memperkuat upaya konservasi laut di Bali. Ia mengungkapkan bahwa penyelam memiliki peran yang strategis sebagai garda terdepan dalam melindungi ekosistem bawah laut.
Fokus pada Konservasi dan Edukasi
“POSSI Bali ingin menghadirkan Task Force sebagai wadah kolaborasi berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga laut Bali,” jelasnya. Inisiatif ini bertujuan untuk menjadikan Bali sebagai contoh pengelolaan konservasi yang baik.
Task Force ini akan berfokus pada lima pilar utama. Pilar ini meliputi konservasi laut, edukasi untuk masyarakat, serta pengembangan ekonomi biru. Selain itu, tim ini juga akan bergerak cepat dalam menanggapi isu-isu lingkungan yang ada di laut.
Penggagas Jaladhipa Dewata, I Ketut Sarjana, mengungkapkan bahwa gerakan ini berakar dari nilai budaya masyarakat Bali. Ia menegaskan, laut merupakan sumber kehidupan yang penting bagi warga setempat.
Dukungan dari Pemerintah dan TNI AL
“Jaladhipa Dewata adalah gerakan moral untuk menjaga laut Bali. Ini adalah rumah kolaborasi bagi semua pihak yang ingin berkontribusi,” tegas Sarjana.
Pemerintah Provinsi Bali sangat menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian penting dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Dukungan juga datang dari TNI Angkatan Laut, yang melihat program konservasi ini sebagai langkah yang strategis untuk memperkuat budaya maritim di Indonesia.
Dengan harapan dan dukungan yang ada, diharapkan Task Force Jaladhipa Dewata dapat segera diresmikan dan mulai menjalankan berbagai program strategis demi pelestarian laut Bali. Inisiatif ini diharapkan akan menjadi titik awal lahirnya gerakan kolaboratif yang lebih luas di masa depan, dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.



