Nasional

Transformasi BUMD Jadi Lokomotif Ekonomi Daerah, Ciptakan Lapangan Kerja dan Tingkatkan PAD!

Jakarta, Maret.id — Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Agus Fatoni, menekankan pentingnya transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Ini diungkapkan dalam acara Workshop Perkumpulan Badan Usaha Milik Daerah Aneka Usaha Seluruh Indonesia (Perdasi) bertema “Arah Transformasi BUMD, Tata Kelola dan Kepatuhan” yang diselenggarakan di Jakarta.

Posisi Strategis BUMD

Fatoni menjelaskan bahwa BUMD tidak hanya sekedar entitas bisnis, tetapi juga memegang peranan penting dalam pelayanan publik, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan potensi yang besar, sinergi antara BUMD dan potensi daerah diharapkan dapat saling mendukung demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sejauh ini, terdapat 1.092 BUMD yang beroperasi di seluruh Indonesia dengan total aset mencapai Rp1.240,9 triliun. BUMD ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 154.609 orang dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp24,1 triliun. Selain itu, mereka menyetor dividen sebesar Rp13 triliun kepada pemerintah daerah.

Tantangan yang Dihadapi BUMD

Meskipun memiliki potensi yang cukup besar, BUMD masih menghadapi sejumlah masalah. Menurut laporan, sekitar 300 BUMD atau 27,5 persen diantaranya mengalami kerugian. Selain itu, 342 BUMD belum memiliki Satuan Pengawas Internal (SPI) yang merupakan elemen vital dalam pengelolaan yang baik.

Kondisi ini menggambarkan perlunya perbaikan dalam hal tata kelola, pengawasan, dan profesionalisme pengelola BUMD. Fatoni mengingatkan bahwa penguatan aspek tersebut penting untuk memastikan kinerja BUMD dapat ditingkatkan.

Pentingnya Transformasi Digital

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Fatoni meminta BUMD untuk melakukan transformasi serta memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG). Dia mendorong agar BUMD meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengoptimalkan pemanfaatan aset yang ada.

“Transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi BUMD, mulai dari model bisnis hingga interaksi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan,” ungkapnya. Dengan fokus pada inovasi dan teknologi, diharapkan BUMD tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah.

Dalam kesimpulannya, Agus Fatoni menekankan bahwa kesuksesan transformasi BUMD akan sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak terkait untuk beradaptasi dengan perubahan, serta meningkatkan kinerja demi kepentingan masyarakat luas.

Dengan langkah strategis ini, diharapkan BUMD akan semakin kuat dalam menjalankan fungsinya sebagai pendorong utama ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seluruh stakeholders diharapkan bisa bersinergi demi tercapainya tujuan ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button