Nasional

Wamendagri Dorong Sarjana Melayu ISMI Manfaatkan Bonus Demografi untuk Tingkatkan Produktivitas!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengajak pemuda Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi yang ada. Hal ini disampaikan dalam acara pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Wilayah Jakarta Raya untuk periode 2026-2031 pada Minggu (14/06/2026).

Memanfaatkan Kesempatan untuk Maju

Bima Arya menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, asalkan generasi muda dapat memanfaatkan bonus demografi dengan optimal. Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka pengangguran.

“Indonesia berada di posisi yang sangat penting dan mungkin krusial. Prediksi menunjukkan bahwa dalam dua dekade mendatang, Indonesia akan menjadi salah satu dari 20 negara maju di dunia,” ujar Bima dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa kemudahan akses pendidikan dan transportasi yang baik akan menjadi kenyataan apabila bonus demografi berhasil dimanfaatkan.

Bonus Demografi dan Tantangannya

Bima Arya menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep bonus demografi. Ia menyatakan bahwa saat ini, rasio antara penduduk produktif dan non-produktif sangat menguntungkan, di mana setiap 100 penduduk produktif harus menanggung 45 penduduk non-produktif. “Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya,” katanya.

Dia menegaskan perlunya perhatian dan tindakan aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan bahwa Indonesia dapat merebut kesempatan yang ada. Jika tidak, generasi mendatang mungkin akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam hal pekerjaan dan pendidikan.

Momentum Penting bagi Kaum Intelektual Melayu

Pelantikan pengurus ISMI menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi kaum intelektual Melayu dalam pembangunan negara. Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, akademisi, serta organisasi kemelayuan, yang menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan budaya dan intelektualitas Melayu dalam konteks masyarakat modern.

Dalam konteks ini, Bima Arya berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan budaya dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Melayu. Harapannya, mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan global serta berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, ia meyakini bahwa generasi muda dapat menggerakkan perubahan positif demi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, kesadaran dan keterlibatan aktif pemuda sangat diperlukan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button