PBX Finder: Alat Pelacak yang Mengancam Tiyo Ardianto Usai Aksi Mahasiswa di Gejayan!

Jakarta, Maret.id — Seorang aktivis mahasiswa bernama Tiyo Ardianto, yang merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi korban teror setelah menemukan alat pelacak bernama PBX Finder di bawah mobilnya. Teror ini terjadi setelah ia pulang dari aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Gejayan, Yogyakarta.
Menurut Tiyo, penemuan alat tersebut sangat mengejutkan dan membuatnya merasa terancam. Ia mengklaim menganggap insiden ini sebagai teror karena PBX Finder berfungsi sebagai perangkat pelacak yang mampu melacak keberadaan seseorang tanpa sepengetahuan mereka.
Apa itu PBX Finder?
PBX Finder adalah perangkat lokasi global yang dirancang khusus untuk digunakan dalam ekosistem Apple Find My. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manual Plus, alat ini mampu mengintegrasikan berbagai fungsi yang memudahkan pengguna menemukan barang-barang yang hilang, seperti kunci, dompet, dan koper.
Perangkat ini, yang dioptimalkan untuk sistem iOS dan iPadOS, menggunakan jaringan luas yang dimiliki Apple Find My untuk menemukan lokasi barang di berbagai belahan dunia. Model yang ditawarkan oleh PBX Finder bervariasi, termasuk model dengan baterai isi ulang dan model menggunakan baterai koin standar.
Insiden Teror terhadap Tiyo Ardianto
Tiyo mengaku menyadari adanya alat pelacak itu ketika menerima notifikasi di ponselnya. Sejak menerima informasi tersebut, ia berusaha melacak keberadaan alat tersebut dan akhirnya menemukan bahwa perangkat itu tertempel di bawah kendaraannya. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Tiyo menjelaskan, “Sesudah dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya.”
Pemberitaan mengenai kejadian ini menciptakan gelombang perhatian di kalangan masyarakat, terutama di kalangan aktivis mahasiswa yang merasa terancam oleh tindakan semacam ini. Tindakan pemasangan alat pelacak tanpa sepengetahuan individu jelas melanggar privasi, dan menimbulkan pertanyaan mengenai potensi pelanggaran hukum yang lebih luas.
Dampak dan Reaksi Masyarakat
Kejadian ini telah memicu diskusi di media sosial dan platform lainnya tentang isu privasi dan keselamatan, terutama di kalangan aktivis yang seringkali terlibat dalam aksi protes. Banyak orang mengekspresikan keprihatinan mereka mengenai praktik-praktik yang dapat mengancam kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.
Sebagai respons, beberapa organisasi hak asasi manusia telah meminta pihak berwenang untuk menyelidiki kejadian ini secara menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap individu, terutama mereka yang terlibat dalam aktivisme, dapat beroperasi dengan aman dan tanpa rasa takut akan tindakan pembalasan yang tidak adil.
Tindak lanjut dari insiden ini akan terus dipantau, mengingat pentingnya menjaga keamanan dan privasi bagi setiap warga negara di Indonesia. Keterlibatan masyarakat dalam membela hak-hak individu akan menjadi pilar penting dalam memastikan kebebasan berpendapat tetap terjaga.





