Nasional

Kemdiktisaintek Mendesak Mahasiswa Ambil Peran Dalam Penanganan Sampah!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mengambil langkah proaktif untuk mendorong mahasiswa di Indonesia agar berperan aktif dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sampah serta transisi menuju energi berkelanjutan.

Pentingnya Partisipasi Mahasiswa

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menekankan bahwa isu pengelolaan sampah tidak hanya soal lingkungan, namun sangat terkait dengan teknologi, ekonomi, tata kelola, dan juga perubahan perilaku masyarakat. “Pengelolaan sampah merupakan persoalan yang melibatkan berbagai aspek. Oleh karena itu, dibutuhkan talenta yang memiliki kemampuan untuk mengevaluasi permasalahan secara komprehensif dan menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” ungkapnya pada acara yang berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026.

Dalam upayanya, Kemdiktisaintek telah mendukung sejumlah penelitian yang berfokus pada pengolahan sampah menjadi energi. Ini semua sebagai bagian dari inisiatif untuk mendorong inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi, menurut Fauzan, memiliki posisi strategis dalam melahirkan inovasi serta membentuk sumber daya manusia yang memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan di lapangan.

Program Aksara untuk Pemberdayaan Masyarakat

Keterlibatan mahasiswa dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah didorong melalui Program Aksara Mahasiswa, yaitu Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat. Dalam program ini, mahasiswa diharapkan terjun langsung ke masyarakat untuk memetakan problematika, meningkatkan kesadaran publik, serta mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik, dimulai sejak tingkat rumah tangga.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari masyarakat, melainkan juga berfungsi sebagai agen perubahan dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tambah Fauzan.

Kolaborasi Multidisipliner untuk Solusi Berkelanjutan

Danang Sri Hadmoko, Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, menyatakan bahwa perguruan tinggi merupakan sarana dalam membentuk calon pemimpin yang dapat menjawab berbagai tantangan strategis bangsa. “Isu-isu di sektor energi dan lingkungan mengharuskan kita untuk mengambil pendekatan yang bersifat multidisiplin dan melibatkan kolaborasi berbagai pihak agar solusi yang dihasilkan efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Danang menekankan pentingnya merangkul banyak pemangku kepentingan dalam upaya menyelesaikan tantangan tersebut, agar adaptasi dan implementasi solusi menjadi lebih efisien. Keterlibatan mahasiswa dan akademisi diharapkan dapat memberikan beragam perspektif yang inovatif dalam menciptakan perubahan positif.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif mahasiswa, diharapkan Indonesia dapat mencapai penyelesaian yang lebih baik dalam pengelolaan sampah dan transisi energi, serta menjamin keberlanjutan sumber daya di masa depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button